Kamis, 16 April 2026

Ironis, Bantuan Tabung Oksigen dari Singapura Tertahan di Bea Cukai, padahal Sangat Dibutuhkan

Ada 200 tabung oksigen hibah dari Singapura. Barang tersebut belum bisa disentuh. Biang penyebabnya adalah persoalan birokrasi.

Samuel Ramos/Unsplash.com
Ilustrasi tabung oksigen 

TRIBUNJABAR.ID, SOLO - Di tengah lonjakan jumlah kasus Covid-19, tabung oksigen menjadi barang penting bagi banyak pasien Covid-19.

Di Indonesia sendiri masih membutuhkan banyak tabung oksigen, sementara pasokan oksigen di lapangan masih sulit didapat.

Dilansir dari Surya.co.id, bantuan dari sejumlah negara pun berdatangan. Satu diantaranya dari Singapura sebanyak 200 tabung untuk diserahkan ke Pemerintah Kota Surakarta.

Tabung oksigen bantuan tersebut dibawa dengan pesawat dan mendarat di Bandara Adi Sumarmo, Boyolali, Sabtu (17/7/2021).

Namun ironisnya, barang ini masih tertahan di Bea Cukai bandara.

Tabung oksigen dari Singapura itu diperbantukan untuk Pemerintah Kota Solo. Barang-barang itu sudah tiba di Bandara Adi Soemarmo Solo pada Sabtu (17/7/2021).

"Itu sayang sebenarnya. Sekarang baru butuh tapi tapi aturan seperti itu. Bantuan (oksigen) itu dari Singapura untuk Solo alamat kepada Dinas Kesehatan Kota," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Solo Ahyani saat menggelar konferensi pers virtual, Minggu (18/7/2021).

Dia mengatakan, ada 200 tabung oksigen hibah dari Singapura. Barang tersebut belum bisa disentuh. Biang penyebabnya adalah persoalan birokrasi.

Baca juga: Soal Krisis Stok Oksigen dan Tak Menerima Pasien Gangguan Pernapasan, Ini Kata Dirut RSUD Sumedang

Sebab, sesuai ketentuan regulasi, bantuan dari negara tetangga itu harus diterima oleh pemerintah pusat dahulu baru diserahkan ke pemerintah daerah yang dituju.

"Itu masih tertahan di Pabean. Karena itu kan aturannya harus mengikuti ketentuan dari pusat. Kalau dari luar negeri itu harus melalui dari pusat dulu dan yang menerima pemerintah pusat dulu baru diserahkan ke pemerintah kota," jelasnya.

"Jadi belum bisa melepaskan itu sebelum ada izin dari instansi atau Kementerian yang berwenang dalam hal ini Kementerian Kesehatan," tambahnya.

Dari informasi yang didapat, bantuan oksigen dari Singapura itu seberat 14.175 kilogram dengan jumlah 200 tabung.

Oksigen itu, lanjut Ahyani, sekarang sangat dibutuhkan pasien. Sebab, kebutuhan oksigen di Solo sendiri setiap harinya sekitar 59 ton.

"Kita belum tau itu liquid atau tabung oksigen biasa. Kalau liquid bisa panjang tapi kalau gas biasa mungkin lebih pendek," kata Ahyani yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19.

Baca juga: Tabung Selam Bisa Digunakan untuk Tabung Oksigen? Ini Penjelasan dari Divers Alert Network Indonesia

Menyikapi hal itu, pihaknya berharap pemerintah pusat agar bertindak cepat, sehingga oksigen itu dapat segera dimanfaatkan.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved