Breaking News:

Penularan Covid-19 Masih Tinggi, MUI Cimahi Imbau Salat Iduladha Dilakukan di Rumah Masing-masing

Yayan menegaskan, pada dasarnya MUI Kota Cimahi mendukung penuh penerapan PPKM Darurat dalam rangka menekan penularan Covid-19.

Penulis: Kemal Setia Permana | Editor: Seli Andina Miranti
Pixabay/Memed_Nurrohmad
Kapan Idul Adha 1442 H 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Kemal Setia Permana

TIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Masih tingginya angka penularan Covid-19, termasuk di Kota Cimahi, membuat masyarakat harus lebih bersabar tidak menggelar dulu berbagai kegiatan yang sifatnya mengundang kerumunan. Termasuk penyelenggaraan perayaan Iduladha tahun ini.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Cimahi menyarankan masyarakat untuk menjalankan Salat Iduladha di rumah saja, guna mencegah penularan virus corona.

Sekretaris Umum MUI Kota Cimahi, Yayan Rohyana mengatakan bahwa MUI Kota Cimahi sudah mengeluarkan Taushiyah Nomor 213/B/MUI-KC/VII/2021 tentang Pelaksanaan Ibadah di Masjid Saat PPKM Darurat.

Menurut Yayan, sebagaimana tercantum pada poin 4 dijelaskan bahwa pelaksanaan salat Iduladha mengacu pada Fatwa MUI nomor 36 tahun 2021 tentang Salat Iduladha dan penyembelihan hewan kurban saat wabah Covid-19.

"Sehubungan Cimahi zona merah, maka salat Iduladha dilakukan di rumah masing-masing," kata Yayan di Cimahi, Kamis (15/07/2021).

Yayan mengatakan, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) merevisi aturan tempat ibadah agama pada PPKM Darurat Jawa dan Bali periode 3-20 Juli. Aturan ini memperbolehkan masjid tidak lagi ditutup selama periode itu.

Perubahan ini tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 19 Tahun 2021 tentang Perubahan Ketiga Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat Covid-19 di Wilayah Jawa Bali.

Baca juga: H-4 Iduladha, Hewan Kurban yang Dijual Ahmad Belum Laku Satu Pun

Yayan menegaskan, pada dasarnya MUI Kota Cimahi mendukung penuh penerapan PPKM Darurat dalam rangka menekan penularan Covid-19.

Hanya saja, menurutnya, ketentuan "rumah ibadah (masjid) ditutup sementara" telah dipersepsikan beragam, termasuk nyerempet ke urusan politik oleh sebagian masyarakat.

"Jadi menurut kami alangkah bijak jika diksi yang dipilih adalah seperti yang tertuang di Revisi Inmendagri No 19 itu, dengan kata lain tetap buka dan bisa melakukan ibadah dengan jamaah terbatas dan protokol kesehatan yang ketat," jelas Yayan.

Sementara itu, kabar terbaru menyebutkan bahwa Pemprov Jabar, MUI, Kanwil Kementerian Agama dan DMI telah mengeluarkan maklumat bersama tentang pelaksanaan Salat Iduladha.

Maklumat ini menyebutkan bahwa Salat Iduladha digelar hanya di rumah masing-masing dan tidak menggelar takbiran di masjid.

Baca juga: Salat Iduladha di Rumah dan di Masjid Lebih Afdol Mana? Ini Kata Wakil Ketua MUI Kota Bandung

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved