Buron Polri di Luar Negeri Bully Bu Risma Mensos yang Marah-marah di Wyata Guna
Marah-marah Tri Rismaharini, Menteri Sosial di Wyata Guna menuai kritik dari netizen
Penulis: Shania Septiana | Editor: Mega Nugraha
Laporan wartawan Tribun Jabar, Shania Septiana
TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengancam akan memindahkan anak buahnya, Aparatur Sipil Negara (ASN) di Balai Wyata Guna, Kota Bandung, Jawa Barat, ke Papua.
Tri Rismaharini menganggap pimpinan dan pegawai di balai tersebut tidak mampu menangani dapur umum untuk petugas PPKM Darurat.
"Mulai sekarang, saya tidak mau lagi liat seperti ini. Kalau lihat seperti ini tak pindah semua ke Papua. Saya gak bisa mecat kalau gak ada salah tapi saya bisa pindah ke Papua sana teman-teman tolonglah," ujarnya, saat berkunjung ke balai rehabilitasi tersebut, Selasa (13/7).
Adanya pernyataan yang menyinggung soal Papua, sontak menjadi trending topik di jagat media sosial terutama di Twitter. Netizen itu ramai bully atau merundung Tri Rismaharini karena ucapannya itu.
Baca juga: Perlawanan Netizen PPKM Darurat Diperpanjang: Ingat Pasal 55 UU Karantina Kesehatan
Ucapannya menuai banyak tanggapan, pengguna Twitter banyak yang menilai bahwa ucapannya tersebut sudah termasuk rasisme karena membawa suku Papua.
"Mumpung lagi jengkel, sekalian saya keluarkan uneg-uneg yang tersimpan sejak kemaren. Bu Risma, sebaiknya njenengan minta maaf atas pernyataan soal ASN tak kompeten akan dibuang ke Papua kemaren. Ini pernyataan yang mengandung rasisme tersembunyi, selain ndak patut dalam adab politik," @ulil
"Ucapan bu risma even tidak bermaksut rasis tapi tetap saja itu sangat tidak pantas keluar dr mulut seorang mentri. Mengapa harus ada ide "ASN jelek pindah ke papua" ? Ya wajar saja masyarakat sana marah, karena merasa Papua adalah tempat sampah, sampah dlm artian orang2 buangan," @mikhsan24_
Komentar penyetujuan datang dari pemilik akun @vika_gaby, nampaknya Vika merupakan gadis Papua.
"Tentu saja kita tersinggung memangnya Papua ini tempat pembuangan orang2 yg kinerja tidak becus?? Ada yg bilang supaya jauh dari tempat asal, uang tiket mahal n bla...bla.... Memangnya ke Papua itu seperti ke luar angkasa yaa jd uang tiket mahal dan jauh," @vika_gaby
"Kenapa harus di pindahkan ke Papua pegawai yang kinerjanya buruk? Memang Papua itu tempat buangan ya Bu 'Mensos??,"tulis Vika.
Pegiat HAM, Veronica Koman, yang masuk daftar buron oleh Polri terkait kasus di Papua, turut membuat cuitan yang mengungkit terkait persoalan di tahun 2018 silam, saat itu Risma masih menjadi Wali Kota Surabaya.
"Ga kaget. Bu Risma emang rasis sama Papua kok. 2 Desember 2018: jajaran Bu Risma bersama Polri dan TNI mengeluarkan paksa seratus lebih mahasiswa Papua dari kota Surabaya sebagai syarat lepasnya 233 mahasiswa Papua yang ditangkap massal," cuti pemilik akun @VeronicaKoman.
Baca juga: Sosok Komandan KRI Nanggala-402, Heri Oktavian Lulusan Jerman, Dikenal Kritis dan Cerdas
Namun tidak sedikit pengguna Twitter yang melihat dari sisi positifnya, mengartikan 'dipindah ke Papua' sebagai tempat renungan.
"Letak rasisnya dimana ya ?, aku malah lebih melihat bagaimana bu risma membuat ASN takut Mutasi ke tempat yang jauh, coba deh berfikir positif, 1 kesalahan di cari dan diungkit terus menerus tapi 1000 kebaikan dilupakan dalam waktu sekejap." @denifsch.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/tri-rismaharini-di-balai-wyataguna.jpg)