Breaking News:

Perlawanan Netizen PPKM Darurat Diperpanjang: Ingat Pasal 55 UU Karantina Kesehatan

Pemerintah menyiapkan agar PPKM Darurat diperpanjang hingga 6 minggu setelah 20 Juli 202.

Penulis: Shania Septiana | Editor: Mega Nugraha
Tribunnews
Ilustrasi - Arti level 3 dan level 4 PPKM Darurat dan daftar daerah di Jawa Barat yang termasuk di dalamnya. 
Laporan wartawan Tribun Jabar, Shania Septiana
 
TRIBUNJABAR.ID,JAKARTA- Pemerintah menyiapkan agar PPKM Darurat diperpanjang hingga 6 minggu setelah 20 Juli 202.
Wacana tersebut tertulis dalam paparan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam rapat kerja bersama Badan Angggaran (Banggar) DPR RI, Senin (12/7/2021) yang kemungkinan akan direalisasikan jika penyebaran  Covid-19 masih berisiko tinggi.
Hal tersebut menuai protes netizen pengguna Twitter. Mereka beranggapan, perpanjangan tersebut akan membuat rakyat terkecil makin terpuruk.
"PPKM 6 minggu? lebih lama dari itu pun gak akan ada hasil signifikan kalau ; orang masih terbelah antara covid & dicovidkan, orang masih berhasil dengan cara apapun lewatin penyekatan batas2 daerah untuk mudik Idul Adha, warung-warung makan tutup lebih awal tapi sebelumnya terima dine in," cuit pemilik akun @wildanhamid
"PPKM 6 : yang kaya teriak 'patuhi protokol kesehatan' yang miskin teriak 'kalo kita gak kerja mau makan apa pak?' nerapin kebijakan tapi gak dikasih solusi ya percuma pak/buk," tulis pemilik akun @feelingsgud
"Mau PPKM 6 Minggu atau lebih asal kehidupan rakyat dijamin silakan saja. Ingat UU pasal 55 No 6 tahun 2018 tentang Karantina kesehatan," tulis akun @antonTbl
Pasal 55 ayat (1) Undang-undang Karantina Kesehatan menyatakan:
Selama dalam Karantina Wilayah, kebutuhan hidup dasar orang dan makanan hewan ternak yang berada di wilayah karantina menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat.
"Ketika Opung LBP bilang pandemi covid TERKENDALI, sedangkan Jeng Sri bilang ada kemungkinan perpanjangan PPKM 6 minggu dan Pak Ma’ruf bilang pemerintah saat ini kewalahan menyiapkan faskes untuk merawat pasien Covid Disitulah gw pengen rasanya gigit kuping tetangga sebelah!," Ucap @Bostemlen
"PPKM 6 Minggu ..? Jangan sampai Angka Kematian meningkat karena ada yang Mati Kelaparan, atau Tingkat Kriminalitas juga meningkat karena Orang Kelaparan.
Karena banyak dr Mereka yg mengharapkan Makan hanya dari Hasil harian, sebab gak semua orang Hidupnya Berkecukupan," tulis @akubapakmu
Mochammad Fadjroel Rachman, Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi sekaligus Juru bicara Presiden Joko Widodo pada Kabinet Indonesia Maju, mencuitkan sebuah quotes yang menuai banyak hujatan dari penggunaan Twitter.
"Hidup yang tidak dipertaruhkan, tidak akan pernah dimenangkan ~ Friedrich Schiller," cuit @fadjroeL.
Pemilik akun @odydc yang merupakan seorang Kompasiana.com turut mengkomentari cuitan Fadjroel.
"Per hari kemarin 800 nyawa dipertaruhkan atas inkompetensi kalian. Hari ini mau bertaruh berapa lagi?,"tulisannya.
"Rakyat saat ini sdh bertaruh antara hidup dan mati bapak….antara ancaman pandemi dan mati kelaparan," tulis pemilik akun @Dewayasmin.
"Alurnya, Pemerintah pertaruhkan hidup rakyat -> berhasil -> pemerintah menang berkoar koar tentang keberhasilan (padahal rakyat jelata yang ditindas setiap saat dengan kebijakan pemerintah yang katanya pro rakyat)," tulis pemilik akun @masando.
Sampai saat ini, PPKM 6 menjadi trending Twitter nomor 1 dan hampir 30 ribu pengguna Twitter sambat mengenai PPKM 6.(*)
 
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved