Selasa, 7 April 2026

Tes Antibodi setelah Vaksin Covid-19, Terproteksikah Kamu dari Virus Corona?

Saat ini, ada cara untuk mengetahui kadar antibodi dalam tubuh setelah disuntik vaksin Covid-19. Yakni tes antibodi yang akan mengetahui kadar antbodi

Editor: Mega Nugraha
freepik
Ilustrasi Vaksin Covid-19 - 

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG- Vaksinasi Covid-19 diyakini jadi cara ampuh untuk akhiri pandemi Covid-19. Banyak riset para ahli membuktikan bahwa setelah divaksin, resiko keterpaparan tidak akan terlalu buruk

Dokter dokter spesialis penyakit dalam dan penyakit menular asal Amerika Serikat, Faheem Younus bahkan menyebut warga yang belum vaksin jika tertular virus corona kondisinya akan parah.

"Dalam praktik saya, kasus aktif Covid yang parah terjadi hampir secara eklusif pada orang yang belum vaksin. Kamu bisa pilih untuk divaksin atau percaya teori konspirasi," ujar Faheem Younus, dalam cuitannya di akun Twitter nya yang centang biru, @FaheemYounus.

Saat ini, ada cara untuk mengetahui kadar antibodi dalam tubuh setelah disuntik vaksin Covid-19. Yakni tes antibodi.

Helga Andriyani (32) baru saja keluar dari sebuah laboratorium di Jalan LLRE Martadinata Bandung, Rabu (28/4/2021) sambil membawa amplop, isinya hasil laboratorium.

Helga memutuskan untuk mengecek antibodi dalam tubuhnya setelah 45 hari sebelumnya, dia menjalani vaksin kedua.

"Hasilnya, antibodi sudah terbentuk dengan titer antibodi 325 AU/ml," ujar Helga, tampak raut mukanya yang senang.

"Katanya sih antibodi segitu sudah bagus. Jadi saya sengaja tes setelah sebulan lebih vaksinasi kedua. Lalu saya baca-baca, tidak ada salahnya untuk tahu antibodi setelah vaksin," ucap karyawan swasta ini.

Tes titer antibodi adalah pemeriksaan untuk mendeteksi keberadaan serta mengukur jumlah antibodi dalam darah. Jumlah dan keberadaan ragam antibodi dalam darah dapat menggambarkan kekuatan respons kekebalan tubuh atau imunitas.

Titer antibodi dalam tubuh akan terdeteksi setelah seseorang menjalani vaksinasi Covid 19 atau setelah terpapar Covid 19. 

Tanggapan Ahli terhadap Tes Antibodi Setelah Vaksin Covid-19

Bachti Alisjahbana Pengajar, Divisi Penyakit Tropik dan Infeksi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam, RSHS  serta Fakultas Kedokteran Unpad , mengatakan, tolok ukur keberhasilan program imunisasi masif saat ini ditentukan oleh seberapa orang tervaksinasi pada satu populasi.

"Karena target imunisasi adalah untuk membentuk antibodi, sebenarnya pemeriksaan kadar antibodi pascavaksinasi lebih obyektif," ucap Bachti Alisjabana, dikutip dari Kompas.id, rabu (13/7/2021).

Khusus pada kasus Covid-19, kata dia, target pemeriksaannya adalah kadar antibodi terhadap receptor binding domain (Rbd) atau titer antibodi netralisasi. Pemikiran ini bukanlah konsep baru.

"Buktinya, banyak orang mempertanyakan ”apakah kadar antibodi saya sudah cukup setelah divaksin Covid-19?” Apalagi dengan tingkat efikasi Sinovac yang hanya 65,3 persen. Namun, Kemenkes RI, WHO, dan CDC AS belum menyatakan pemeriksaan ini diperlukan," katanya.

Sumber: Kompas
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved