Rabu, 27 Mei 2026

Seabad Industri Kereta Api Indonesia, Harus Lebih Inovatif dengan Manfaatkan Teknologi

Pandemi Covid-19 yang melanda tanah air sejak Maret 2020 jadi ujian bagi industri kereta api Indonesia untuk berbenah dan berinovasi.

Tayang:
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Mega Nugraha
Capture di virtual zoom
Prof. Suhono, Kepala Pusat Inovasi Kota dan Komunitas Cerdas (PIKKC) ITB dalam Virtual Workshop dengan tema "Inovasi Digital di Bidang Industri Perkeretaan Indonesia," Selasa (13/7/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pandemi Covid-19 yang melanda tanah air sejak Maret 2020 jadi ujian bagi industri kereta api Indonesia untuk berbenah dan berinovasi memanfaatkan teknologi sehingga memberi layanan sehat, aman dan nyaman bagi penumpang.

Hal itu dikatakan Prof Suhono selaku Kepala Pusat Inovasi Kota dan Komunitas Cerdas (PIKKC) Institut Teknologi Bandung dalam virtual workshop Inovasi Digital di Bidang Industri Perkeretaan Indonesia,  Selasa (13/7/2021). 

Kegiatan tersebut digelar PIKKC ITB bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan untuk membahas sejumlah inovasi untuk masa depan perkeretaan. 

Baca juga: Syarat Perjalanan Jarak Jauh Pakai Kereta Api Harus Sudah Divaksin, Sertakan Kartu Vaksinasi

"Ada lima hal terkait transformasi digital untuk industri perkeretapaian. Yakni konektivitas, proses bisnis publik, private dan hal-hal yang berkaitan dengan layanan-layanan di indonesia seperti data center, digital talenta dan kebijakan. Saya kira perkeretaan menjadi salah satu hal yang sangat penting dalam menyelesaikan persoalan (transportasi publik)," ujar Suhono. 

Sebagai catatan, industri kereta api di Indonesia sudah berusia lebih dari satu abad. Dikutip dari situs resmi PT Kereta Api Indonesia, sejarah perkeretaapian di Indonesia dimulai ketika pencangkulan pertama jalur kereta api Semarang-Vorstenlanden (Solo-Yogyakarta) di Desa Kemijen oleh Gubernur Jendral Hindia Belanda Mr. L.A.J Baron Sloet van de Beele tanggal 17 Juni 1864. 

Virtul workshop itu juga bagian dari kontribusi riset, pengembangan PIKKC terkait digitalisasi perkeretaan yang didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Ir. Zulfikri menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu bentuk dukungan industri perkeretaan dalam mendukung adaptasi kebiasaan baru di masa pandemi Covid-19

"Karena sejalan dengan kebijakan alih teknologi dan pengembangan industri perkeretaapian untuk meningkatkan penguasaan teknologi sarana dan prasarana lewat kerjasama penelitian dengan perguruan tinggi dan lembaga riset," katanya.

Baca juga: Polisi & Dishub Persilakan Warga Membuka Pembatas Saat Jalan Ditutup di Kota Bandung, Ini Syaratnya

Ketua Riset Program LPDP Dr. Fadhil Hidayat yang menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan itu mengatakan bahwa inovasi di industri kereta api merupakan langkah awal yang baik dalam mendukung digitalisasi sistem perkeretaan di Indonesia.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi pada industri perkeretaan saat ini harus dapat berkontribusi dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam melakukan mobilitas. 

"Aspek safe and secure harus masuk dalam seluruh layanan perkeretaapian," ujar Fadhil. 

Fadhil mengatakan, hasil kegiatan ini akan disampaikan dalam bentuk rekomendasi yang akan diberikan pada DJKA dalam mendukung transformasi digital perkeretaan.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved