Breaking News:

PPKM Darurat di Kota Bandung

Polisi & Dishub Persilakan Warga Membuka Pembatas Saat Jalan Ditutup di Kota Bandung, Ini Syaratnya

Polisi mempersilakan warga membuka pembatas jalan saat dilakukan penyekatan. Ini syaratnya.

Tribun Jabar/Nazmi Abdurrahman
Polisi bersama Dishub Kota Bandung menutup Jalan Asia Afrika, Jumat (18/6/2021). Warga dalam kondisi darurat bisa membuat barrier tapi harus ditutup kembali. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Polrestabes Bandung memastikan warga tetap dapat melewati ruas jalan di area penyekatan dengan catatan dalam kondisi darurat.

Kepala Unit Pendidikan dan Rekayasa Satlantas Polrestabes Bandung, AKP Asep Kusmana menyebut warga hanya perlu koordinasi dengan petugas yang ada di lapangan.

"Di titik penyekatan masih ada warga yang belum menyadari dan berusaha menerobos penutupan dengan alasan tidak jelas. Tetapi, ketika alasannya jelas, petugas pun akan memperbolehkan masuk, misal membawa orang sakit dan warga setempat," ujarnya, Selasa (13/7/2021) di Bandung.

Apabila tak ada petugas di titik penyekatan, katanya, warga dipersilakan untuk membuka pembatas.

Apalagi, selama dalam kondisi sangat darurat, urusan kesehatan, sampai masalah keselamatan jiwa.

Namun, warga perlu merapikannya kembali penyekatannya (barrier).

"Kami menugaskan beberapa petugas di titik yang rawan. Jika ada yang urgen untuk melintas bisa minta bantuan," katanya.

Bagi warga yang ingin mencari informasi atau berkoordinasi terkait penyekatan jalan dapat hubungi nomor 110, atau dapat sampaikan keluhan langsung jika menemukan masalah penutupan jalan.

"Nanti akan disampaikan ke operator lalu lintas lewat handy talky ke petugas di titik yang jadi masalah. Kami sudah tindaklanjuti laporan soal adanya pungli oleh oknum warga di sejumlah lokasi. Mereka dengan sengaja membuka pembatas dan menarik uang dari pengendara yang lewat," ujarnya.

Ia menyebutkan lokasi itu ialah di Dago dan Braga.

Kepala Bidang Pengendalian dan Ketertiban Transportasi Dishub Kota Bandung, Asep Kuswara menambahkan sejak PPKM Darurat di Kota Bandung diberlakukan, mobilitas warga berkurang belasan persen.

Dia berharap warga dapat bekerja sama dan saling memahami.

"Mari sama-sama ikuti aturan. Jika ada yang penting, silakan lapor ke petugas, kalau tak ada petugas silakan buka tapi ditutup lagi saja. Kami terus pantau lewat traffic counting," katanya.

Baca juga: Satgas Covid Bandung Klaim Sebagian Wilayah Mampu Tangani Kasus Covid-19, Ema Sodorkan Bukti

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved