RSUD Ciamis Kewalahan, Pasien Terpaksa Transit di Lorong UGD, Tak Ada Tempat Tidur Pakai Kursi Roda
RSUD Ciamis kewalahan menangani pasien waiting list Covid-19 yang terus berdatangan hingga ada yang ditangani di lorong UGD
Penulis: Andri M Dani | Editor: Siti Fatimah
TRIBUNJABAR.ID,CIAMIS – Setidaknya dalam 3 minggu terakhir, ruang IGD RSUD Ciamis kewalahan menangani pasien waiting list Covid-19 yang terus berdatangan. Baik yang dirujuk dari puskesmas maupun yang datang langsung ke RSUD Ciamis.
Karena terbatasnya tempat dan fasilitas, pasien yang transit di IGD tersebut terpaksa ditangani di koridor luar ruangan. Bahkan ada yang terpaksa ditangani di kursi roda di lorong ruang IGD tersebut.
“Beginilah kenyataan tiap hari beberapa minggu terakhir. Kami benar-benar kewalahan, pasien (Covid-19) terus berdatangan. Hari ini saja sampai jam 12.00 sudah ada 12 pasien yang antri waiting list. Transitnya terpaksa di lorong semacam ini,” ujar Direktur RSUD Ciamis dr H Rizali Sofyan MM kepada Tribun Senin (12/7).
Baca juga: Update Kasus Covid-19 di Ciamis, Hari Ini Ada 160 Kasus Baru dan yang Meninggal Bertambah 4 Orang
Meski sejak tanggal 1 Juli lalu menurut dr Rizali, kapasitas ruang isolasi khusus Covid-19 di lantai 2 dan Lantai 3 Pavilyun bertambah 9 bed menjadi total 65 bed.
Namun setiap hari terisi penuh.
Sehingga pasien Covid-19 yang berdatangan sementara ditangani dulu di Ruang IGD.
Transit menunggu ada bed yang kosong di ruang isolasi khusus Covid-19 yang istilah lokal RSUD Ciamis disebut ruang “Wuhan”.
Setelah ada pasien yang sembuh dan boleh pulang. Atau ada pasien yang meninggal.
Baca juga: Tenaga Kesehatan di RSUD Ciamis Dapat Bantuan Telur Ayam dan Baju Hazmat
Setiap hari ada saja pasien yang meninggal di ruang isolasi, dan yang sembuh juga banyak. Begitu terus tiap hari, datang silih berganti.
Dengan kondisi yang serba terbatas dan banyaknya pasien yang berrdatangan , dr Rizali mengakui pernah ada pasien yang meninggal saat transit dan di lorong IGD . Beberapa kejadian karena pasien yang datang dalam kondisi dengan gejala sudah berat.
“Memang ada yang meninggal saat transit di IGD, kondisinya sudah tidak tertolong,” katanya.
Dalam suasana beban kerja yang cukup tinggi, jumlah nakes di Ruang IGD semakin terebatas.
“Pasien terus bertambah berdatangan tiap hari. Tetapi jumlah nakes di ruang IGD tidak bertambah. Malah hari ini ada 6 nakes IGD yang harus menjalani isolasi termasuk seorang dokter. Yang siap kerja tinggal 19 orang. Sementara pasien yang waiting list saja sampai siang tadi ada 12 orang. Bahkan kemarin sampai 17 orang,” jelas dr Rizali.
Baca juga: Balai Desa Banjarangsana Ciamis Ditutup, Aparat Desa Positif Corona, Gegara Jenguk Anak yang Isoman
Berencana rekrut 20 relawan untuk ruang IGD
Dengan terbatasnya jumlah nakes di Ruang IGD tersebut, pihak RSUD Ciamis menurut dr Rizali sudah mengusulkan kepada pimpinan daerah tentang rencana perekrutan 20 orang relawan.