Breaking News:

PPKM Darurat

Peminat Bubur Ayam Gratis Alan Jaya untuk Pasien Isoman Makin Banyak, Gubernur Kirim 100 Kg Beras

Bubur yang diberikannya kepada pasien isoman pun membutuhkan biaya lain untuk pelengkap bubur terutama ayam, juga kemasan bubur berupa mangkuk plastik

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ Muhamad Syarif Abdussalam
Bubur ayam gratis untuk pasien isolasi mandiri, Kepedulian dari Penduduk Gang Sempit di Bandung 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Peminat bubur ayam gratis untuk warga yang menjalani isolasi mandiri (Isoman), Bubur Ayam Alan Jaya, semakin ramai.

Pedagang bubur ayam di Kota Bandung tersebut, Gufron Lana, mengatakan, ia hampir kewalahan memenuhi pesanan bubur ayam gratis, walaupun tidak sedikit juga orang juga yang sudah berdonasi.

"Di hari pertama sudah ada 150 porsi bubur ayam gratis yang disalurkan. Tapi hari selanjutnya, sudah lebih dari 300 porsi bubur yang dikirim. Pesanan semakin banyak, antrian pemesan semakin panjang," kata Gufron melalui ponsel, Minggu (11/7/2021).

Menurut Gufron, kebanyakan donatur berdonasi berupa beras, termasuk Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang mendonasikan 100 kilogram beras kepadanya, Minggu (11/7).

"Alhamdulillah beras bantuan dari Pak Gubernur sudah sampai, 100 kg. Terima kasih. Saya ucapkan terima kasih kepada yang sudah berdonasi. Saya harap cukup untuk memenuhi pesanan yang semakin banyak. Sekarang dalam sehari, saya mengirim lebih dari 300 porsi," katanya.

Namun demikian, katanya, bubur yang diberikannya kepada pasien isoman pun membutuhkan biaya lain untuk pelengkap bubur terutama ayam, juga kemasan bubur berupa mangkuk plastik. Apalagi kini, pesanannya semakin banyak.

"Wadah plastik, thinwall, itu yang mahal. Keuangan kami sudah menipis, sedangkan peminat semakin banyak. Kami harap bisa cukup sampai PPKM Darurat berakhir 20 Juli nanti," katanya.

Baca juga: Gerakan Wakaf Tabung Oksigen di Sudut Cinunuk, Kebaikan Selalu Menemukan Jalannya

Handphone Gufron tampaknya tak pernah berhenti berdering. Ia sibuk menerima pesanan, baik melalui sambungan telepon atau pesan WhatsApp.

Ia menunjukkan hampir seratusan pesan yang belum sempat ia buka, semuanya pesan dari warga yang tengah menjalani isolasi mandiri Covid-19 dan ingin memesan bubur ayam Gufron.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved