PPKM Darurat

Bubur Ayam Gratis untuk Pasien Isoman Covid-19, Kepedulian dari Penduduk Gang Sempit di Kota Bandung

Beberapa hari sebelumnya, Gufron memang mengumumkan melalui sejumlah grup WhatsApp bahwa ia menawarkan bubur ayam gratis bagi warga yang isoman

Tribun Jabar/ Muhamad Syarif Abdussalam
Bubur ayam gratis untuk pasien isolasi mandiri, Kepedulian dari Penduduk Gang Sempit di Bandung 

Satu per satu ojek online datang melalui gang ke rumah di permukiman yang cukup padat tersebut. Mereka kemudian mengantarkan bubur-bubur kepada pemesannya.

Baca juga: Tak Pakai Helm, Tak Pakai Masker, dan Merokok, Pemuda Indramayu Ini Jadi Sasaran Petugas PPKM

Gufron mengatakan, bubur ayamnya memang tidak sepopuler bubur ternama lainnya di Bandung. Penghasilannya dari berjualan bubur pun tidak seberapa.

Namun ia masih bersyukur karena usahanya tidak terdampak pandemi Covid-19, tidak seperti pedagang kaki lima lainnya yang terdampak PPKM Darurat atau pengrajin tahu di sekitarnya yang terdampak gejolak pandemi.

"Saya bersyukur masih bisa usaha. Di sisi lain, saya melihat semakin banyak yang isolasi mandiri, dan butuh support. Saya memberanikan diri membantu yang isolasi mandiri ini dengan bubur ayam gratis, berharap mereka segera pulih dan semoga bubur dari saya bisa membantu mereka," kata Gufron di sela aktivitasnya tersebut, Jumat (9/7/2021).

Gufron mengatakan, ia menggunakan penghasilan pribadinya untuk bubur-bubur gratis tersebut.
Setelah ia mengumumkan bubur gratisnya, ia baru mendapat kiriman uang dari seorang donatur.

Gufron mengatakan memang ini bukan kali pertamanya membagikan bubur gratis. Ia telah membagikan buburnya secara gratis kepada warga yang menjalani isolasi mandiri di lingkungannya sejak awal pandemi pada 2020.

"Dulu paling 10 sampai 20 mangkok bubur gratis sehari buat yang isolasi mandiri di sekitar sini. Sekarang, yang pesan bubur gratis banyak sekali. Saya harap saya bisa kuat sampai masa PPKM Darurat selesai pada 20 Juli nanti. Semoga semuanya lancar," katanya.

Selama ini, katanya, ia belum mendapat kendala berarti dalam menyediakan bubur ayam gratis bagi warga yang menjalani isolasi mandiri.

Baca juga: Uang Denda Pelanggar PPKM Darurat Langsung Disetorkan ke Kas Negara, PN Indramayu; Tidak Nginep Dulu

Namun kini, saat pemesannya berasal dari luar lingkungan tempat tinggalnya, ia mendapat kendala dari sistem pengirimannya melalui driver atau ojek online.

"Kalau pemesannya jauh, jadinya kan mahal di ongkos kirimnya. Padahal buburnya gratis. Mungkin jadi lebih murah kalau pesan yang di dekat rumahnya. Saya juga berharap lebih banyak pengusaha yang usahanya tidak terdampak, bisa ikut membantu mereka yang isolasi mandiri," katanya.

Covid-19, kata Gufron, memang jahat. Bukan hanya merenggut kesehatan dan nyawa manusia, tetapi mengganggu perekonomian sampai mental masyarakat.

Ia berharap di tengah segala kerumitan pandemi ini, lebih banyak orang yang berpikir jernih dan peduli kepada kesulitan sesamanya.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved