Virus Corona di Jabar
Pengamat Puji Realokasi Anggaran untuk Pasien Isoman di Jabar, tapi Harus Cari Solusi untuk Ini
Keputusan berani Ridwan Kamil ini, menurut Ina, belum tentu bisa ditiru oleh para kepala daerah lain karena masing-masing provinsi melihat urgensi dan
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ekonom Senior CORE ( Center of Reform on Economics ) Indonesia Ina Primiana mengatakan pihaknya mengapresiasi kebijakan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang melakukan refocusing anggaran 11 proyek infrastruktur menjadi pembelian obat dan suplemen gratis bagi pasien isolasi mandiri.
Ina mengatakan hal tersebut meeupakan langkah berani mengorbankan anggaran untuk sesuatu yang lebih darurat. Ina mengatakan sudah 1,5 tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19, namun ada gelombang kedua terjadi di luar dugaan banyak pihak.
Menurutnya, saat gelombang pertama, anggaran daerah banyak mengalami refocusing untuk menangani dampak pandemi. Namun, gelombang kedua terjadi di saat kondisi anggaran belum sepenuhnya baik.
“Saat ini, ada kekurangan oksigen dan penderita tambah banyak tapi perlu bantuan obat, jadi anggaran infrastruktur dialihkan itu satu keputusan yang sangat baik,” katanya melalui ponsel, Rabu (7/7/2021).
Ina menilai Ridwan Kamil bisa berpikir cepat sehingga bisa memilah prioritas dan tingkat kepentingan di masa darurat Covid-19. Terlebih, katanya, pemerintak daerah tidak mungkin lagi meminta bantuan anggaran dari Pemerintah Pusat.
Kebijakan ini menurutnya potret kemampuan pemimpin daerah yang mampu melihat urgensi dari situasi yang terjadi dan anggaran yang tersedia.
“Beliau berpikir, masih ada dana bisa dialihkan, nanti untuk infrastruktur bisa dicari kembali, kalau engga ini urusannya nyawa Rakyat Jawa Barat,” katanya.
Keputusan berani Ridwan Kamil ini, menurut Ina, belum tentu bisa ditiru oleh para kepala daerah lain karena masing-masing provinsi melihat urgensi dan kondisi yang berbeda.
Baca juga: Positif Covid-19 dan Sedang Isolasi Mandiri di Rumah? Begini Cara Dapat Obat dan Vitamin Gratis
“Provinsi lain misalnya uang masih ada nggak perlu ngikut juga, karena Jawa Barat rakyatnya lebih banyak, tingkat terpaparnya tertinggi kedua, jadi Ridwan Kamil melihat itu urgensitasnya, belum tentu sama untuk daerah lain, karena mereka tidak memiliki kebijakan yang sama,” katanya.
Pihaknya menekankan pentingnya seorang kepala daerah berpikir cepat dan mengambil keputusan yang cerdas di masa darurat, termasuk soal pengalokasian anggaran di tengah terus melonjaknya angka kasus positif dan menipisnya ketersediaan ruang perawatan, oksigen dan obat-obatan.
“Pemimpin harus berpikir cepat karena udah nggak nggak bisa nunggu. Pemimpin harus cerdas harus cepat untuk membantu mencari solusi,” tuturnya.
Guru Besar Fakultas Ekonomi Unpad ini pun mengingatkan agar pergeseran anggaran infrastruktur harus dicari pula solusinya mengingat keputusan ini berdampak, salah satunya pada peluang 11 proyek infrastruktur menyerap tenaga kerja.
“Harus dicari untuk menyeimbangkan antara penanganan kesehatan dan ekonomi. Di list kembali dari anggaran yang ada, mana yang bisa dialihkan ke infrastruktur atau ke yang lain. Mudah-mudahan gelombang kedua ini tidak lama, jadi proyek infrastruktur bisa berjalan lagi,” katanya.
Baca juga: Polres Indramayu Serius Tindak Pelanggar PPKM Darurat, Sejumlah Pemilik Toko Dibawa ke Persidangan
Di tengah pendapatan daerah yang belum optimal, Ina menyarankan agar kepala daerah memulai upaya kolaborasi dengan berbagai pihak salah satunya dengan pihak swasta dan BUMN.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/serahkan-tempat-tidur-ke-dustira-emil.jpg)