Liga 1
Mantan Pemain Persib Bandung Ini Sayangkan Pencoretan Boaz Solossa oleh Persipura
Sejumlah pembelaan terhadap Boaz Solossa dan Yustinus Pae datang dari berbagai pihak. Salah satunya pemain timnas Indonesia Yanto Basna.
"Dulu orang tua kami di kampung bilang kami punya tim kebanggaan dan rohnya itu ada di kaka dia (Boaz Solossadan Yustinus Pae)."
Baca juga: Boaz Solossa dan Yustinus Pae Dilepas Persipura Karena Pelanggaran dan Indisipliner
"Selama itu saya hanya bisa dengar apa yang orang tua bilang tapi ketika bermain bersama keduanya, apa yang orang tua bilang itu nyata," kata Yanto, yang pernah berkostum Persib Bandung.
Sebetulnya ia juga tak menampik bahwa memang seharusnya ada regenerasi.
Tetapi bukan berarti keduanya dapat diperlakukan seperti itu.
Apalagi mencari pemain yang begitu setia seperti keduanya bukanlah hal yang mudah.
"Benar setiap generasi ada masanya, tetapi untuk menemukan talenta dan orang seperti dua orang tersebut akan butuh waktu yang lama."
"Tuhan kasih mereka talenta istimewa dan hati untuk tanah Papua sepenuhnya," katanya.
Kesetiaan pun telah dibuktikan oleh Boaz Solossa dan Yustinus Pae yang sepanjang kariernya hanya berbaju Persipura Jayapura.
Belum lagi prestasi yang berhasil ditorehkan oleh keduanya dengan mencatatkan lima kali juara Liga Indonesia.
"Dan kesetiaan itu di buktikan oleh kaka @boazsolossa dan @ka.tipa.5 dalam mengawal tim kebanggaan hingga bintang 5 yang sekarang kami banggakan," tutupnya.
Indisipliner Terus-menerus
Manajemen Persipura menyebut ada alasan yang tidak bisa ditolerir dari aksi kedua pemain senior tersebut.
Ketua Umum Persipura, Benhur Tomi Mano, dalam penjelasannya yang diunggah akun instagram Persipura menjelaskan, manajemen sejatinya sangat menghargai dan menyayangi Boaz Solossa dan Yustinus Pae sebagai bagian tak terpisahkan dari tim.
Namun, tindak indispliner yang mereka lakukan, dari penjelasan tersebut, berlangsung terus-menerus.
Hal yang menjadi catatan manajemen, tulis penjelasan tersebut, tindak indisipliner itu dilakukan tak lama setelah klub menjatuhkan sanksi terhadap pemain lain.
"Ini yang membuat kami sangat kecewa, baru saja kami coret pemain karena indisipliner, tiba-tiba mereka lakukan, apa maksudnya?"
"Ini seperti menampar muka kami," tulis akun Persipura Papua 1963 merujuk pada keterangan Benhur. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/yanto-basna-persib_20160504_093525.jpg)