Liga 1
Mantan Pemain Persib Bandung Ini Sayangkan Pencoretan Boaz Solossa oleh Persipura
Sejumlah pembelaan terhadap Boaz Solossa dan Yustinus Pae datang dari berbagai pihak. Salah satunya pemain timnas Indonesia Yanto Basna.
TRIBUNJABAR.ID - Persipura Jayapura mencoret dua pemain seniornya, Boaz Solossa dan Yustinus Pae.
Keputusan itu pun menimbulkan polemik.
Sejumlah pembelaan terhadap dua pemain itu datang dari berbagai pihak.
Salah satunya pemain timnas Indonesia Yanto Basna.
Pro dan kontra pun menyelimuti pencoretan dua ikon milik Persipura Jayapura itu.
Bahkan para legenda Persipura Jayapura turut mengomentari dicoretnya kedua pemain tersebut.
Dari mulai one man one club milik Persipura Jayapura, yakni Eduard Ivakdalam, sampai Gerald Pangkali
Sebagai orang Papua, Yanto Basna sangat menyayangkan manajemen Persipura Jayapura kurang menghargai kesetiaan dua pemain tersebut.
Pasalnya, keduanya juga merupakan pemain yang hanya berbaju Persipura Jayapura di laga resmi Liga Indonesia.
Baca juga: Boaz Solossa Sempat Diincar Persib Bandung, Kini Dilepas Persipura Jayapura
Dalam unggahannya di Instagram, Yanto Basna mengatakan bahwa kesetiaan itu sangatlah mahal.
Karena itu, layak bagi keduanya diberi penghormatan yang justru tidak didapatnya saat ini.
"Setia itu mahal. Tapi sangat disayangkan pengorbanan selama 16 tahun bersama Persipura harus berakhir dengan tanpa penghormatan yang layak mereka terima," tulisnya seperti dikutip Bolasport.com, Selasa (6/7/2021).
Ia juga bercerita bahwa semasa kecilnya, orang tua Yanto Basna selalu menceritakan dua pemain hebat dari Papua.
Dua pemain yang dimaksud orang tua Yanto Basna adalah Boaz Solossa dan Yustinus Pae.
Layaknya sebuah legenda, akhirnya apa yang dikatakan orang tuanya memang terbukti kala Yanto Basna bermain dengan kedua sosok tersebut.
"Dulu orang tua kami di kampung bilang kami punya tim kebanggaan dan rohnya itu ada di kaka dia (Boaz Solossadan Yustinus Pae)."
Baca juga: Boaz Solossa dan Yustinus Pae Dilepas Persipura Karena Pelanggaran dan Indisipliner
"Selama itu saya hanya bisa dengar apa yang orang tua bilang tapi ketika bermain bersama keduanya, apa yang orang tua bilang itu nyata," kata Yanto, yang pernah berkostum Persib Bandung.
Sebetulnya ia juga tak menampik bahwa memang seharusnya ada regenerasi.
Tetapi bukan berarti keduanya dapat diperlakukan seperti itu.
Apalagi mencari pemain yang begitu setia seperti keduanya bukanlah hal yang mudah.
"Benar setiap generasi ada masanya, tetapi untuk menemukan talenta dan orang seperti dua orang tersebut akan butuh waktu yang lama."
"Tuhan kasih mereka talenta istimewa dan hati untuk tanah Papua sepenuhnya," katanya.
Kesetiaan pun telah dibuktikan oleh Boaz Solossa dan Yustinus Pae yang sepanjang kariernya hanya berbaju Persipura Jayapura.
Belum lagi prestasi yang berhasil ditorehkan oleh keduanya dengan mencatatkan lima kali juara Liga Indonesia.
"Dan kesetiaan itu di buktikan oleh kaka @boazsolossa dan @ka.tipa.5 dalam mengawal tim kebanggaan hingga bintang 5 yang sekarang kami banggakan," tutupnya.
Indisipliner Terus-menerus
Manajemen Persipura menyebut ada alasan yang tidak bisa ditolerir dari aksi kedua pemain senior tersebut.
Ketua Umum Persipura, Benhur Tomi Mano, dalam penjelasannya yang diunggah akun instagram Persipura menjelaskan, manajemen sejatinya sangat menghargai dan menyayangi Boaz Solossa dan Yustinus Pae sebagai bagian tak terpisahkan dari tim.
Namun, tindak indispliner yang mereka lakukan, dari penjelasan tersebut, berlangsung terus-menerus.
Hal yang menjadi catatan manajemen, tulis penjelasan tersebut, tindak indisipliner itu dilakukan tak lama setelah klub menjatuhkan sanksi terhadap pemain lain.
"Ini yang membuat kami sangat kecewa, baru saja kami coret pemain karena indisipliner, tiba-tiba mereka lakukan, apa maksudnya?"
"Ini seperti menampar muka kami," tulis akun Persipura Papua 1963 merujuk pada keterangan Benhur. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/yanto-basna-persib_20160504_093525.jpg)