Pasokan Oksigen Mulai Membaik, IGD RSUD Kota Bandung Mulai Berlakukan Buka-Tutup
Kebutuhan oksigen di rumah sakit di Jawa Barat mulai terpenuhi secara bertahap. Hal itu dikarenakan kolaborasi antara BUMD Jabar, yaitu PT Jasa Sarana
Penulis: Cipta Permana | Editor: Giri
Bila pasien yang tertahan ini telah masuk ke ruang rawat inap, maka layanan IGD dibuka lagi bagi pasien baru.
"Di ruang IGD itu kan ada yang IGD bagi pasien Covid-19 dan IGD pasien non-Covid-19, seperti keluhan penyakit jantung, diabetes, korban kecelakaan, dan lainnya yang juga beberapa di antaranya memerlukan oksigen. Saat meningkatnya kasus Covid-19 yang semula tingkat konsumsi oksigen hanya tiga VGL sehari, kini jadi sembilan VGL per harinya atau tiga kali lipat," ucapnya.
Ia menambahkan, seiring memuncaknya pasien anak-anak terkonfirmasi positif Covid-19, pihaknya pun terpaksa menambah tempat tidur isolasi Covid-19 pasien anak.
Semula hanya enam unit menjadi 11 unit. Kuota itu telah terisi semua.
Ia pun menjelaskan, apabila pasokan oksigen telah kembali stabil, tenda darurat akan digunakan untuk ruang rawat IGD pasien non-Covid-19.
Termasuk bagi pasien yang akan melahirkan dan ruang tindakan juga karena kapasitasnya mampu menampung delapan tempat tidur.
"Perlu kami informasikan juga, bahwa alasan mengapa sementara waktu kemarin kami tutup total IDG bagi pasein keluhan sesak napas, hal itu semata dalam rangka menjaga kualitas mutu layanan, dan menjaga keselamatan pasien juga. Jadi kalau sudah tahu pasokan oksigen tidak ada, tapi tetap nerima pasien, kalau ternyata pasien ada apa-apa dalam menunggu perawatan kan kasihan. Lebih baik pasien diberikan kesempatan untuk mencari rumah sakit lain yang memang masih memiliki ketersediaan oksigen untuk keselamatannya," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/wagub-sidak-oksigen-tasik.jpg)