Breaking News:

Korupsi Dana Bantuan Provinsi, Mantan Anggota DPRD Jabar Hanya Divonis 4 Tahun Penjara

Mantan Anggota DPRD Jabar yang dinyatakan bersalah karena korupsi dana bantuan provinsi divonis 4 tahun penjara atau lebih ringan dari tuntutan jaksa

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Siti Fatimah
Tribunjabar/Mega Nugraha
ilustrasi Sidang kasus korupsi di Pengadilan Tipikor Bandung- Mantan Anggota DPRD Jabar yang dinyatakan bersalah karena korupsi dana bantuan provinsi divonis 4 tahun penjara atau lebih ringan dari tuntutan jaksa. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Abdul Rozaq Muslim hanya divonis empat tahun penjara, setelah dinyatakan bersalah melakukan korupsi dana bantuan Provinsi untuk sejumlah proyek pembangunan di Kabupaten Indramayu. 

Mantan anggota DPRD Jawa Barat itu mendapat vonis lebih ringan dari tuntutan jaksa KPK, yang menuntut Abdul Rojaq Muslim dengan enam tahun kurungan penjara.

Vonis terhadap Abdul Rozaq Muslim dibacakan manjelasi hakim I Gede Dewa Suardhita, dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung pada Senin (5/7/2021).

Baca juga: ASN Indramayu Ini Dihukum 4 Tahun Penjara, Terbukti Korupsi Kepentingan di Proyek Embung Desa

"Putusannya empat tahun," ujar Yuniar, Panitera Muda Tipikor PN Bandung, saat dihubungi. 

Abdul Rozaq dikenakan Pasal 12 huruf A Undang-Undang tindak pidana korupsi.

Sesuai dakwaan alternatif kesatu, Abdul Rozaq juga dikenakan hukuman denda sebesar Rp 250 juta subsidair enam bulan kurungan.

Dalam vonisnya, hakim juga menghukum Abdul Rozaq untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 5 miliar.

"Uang pengganti Rp 5 miliar subsidair satu tahun dan enam bulan penjara," katanya.

Setelah dibacakan putusan, Abdul Rozaq maupun jaksa mengambil sikap yang sama. Kedua belah pihak mengajukan pikir-pikir atas putusan itu.

Baca juga: Polres Indramayu Geledah Kantor BPBD Terkait Dugaan Korupsi BLT Covid-19, Bawa Sejumlah Barang Bukti

"Iya, tadi pikir-pikir," ucapnya.

Abdul Rozaq Muslim didakwa menerima suap sebesar Rp 9 miliar lebih untuk sejumlah proyek pekerjaan di Kabupaten Indramayu.

Dalam dakwaan KPK yang dibacakan Jaksa Trimulyono Hendardi disebutkan, Abdul Rozaq Muslim bersama Ade Barkah dan Siti Aisyah Tuti Handayani didakwa menerima suap dari pengusaha bernama Cara ES untuk sejumlah proyek pekerjaan di Kabupaten Indramayu. 

Dana pelaksanaan proyek itu bersumber dari dana bantuan provinsi (Banprov) Jawa Barat tahun anggaran 2017 sampai 2019.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved