Jenazah Pasien Covid-19 di DKI Jakarta Harus Antre untuk Pemakaman, Nomor Antrean sampai 220
Di DKI Jakarta, pasien tak hanya harus mengantre untuk mendapatkan ruang rawat inap, tetapi juga jenazah pasien Covid-19 pun harus mengantrE.
TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Pandemi Covid-19 masih terus berlanjut, jumlah kasus Covid-19 pun masih terus meningkat setiap harinya.
Di DKI Jakarta, pasien tak hanya harus mengantre untuk mendapatkan ruang rawat inap, tetapi juga jenazah Pasien Covid-19 pun harus mengantre.
Jenazah pasien Covid-19 terpaksa mengantre untuk dapat dikebumikan ke liang lahat.
Peristiwa tersebut dalami oleh Azwar, warga Ibu Kota yang baru saja berduka karena kehilangan seorang kerabatnya, Senin (28/6/2021) lalu.
Dilansir dari Kompas.com, kerabatnya meninggal di salah satu rumah sakit swasta di Jakarta Selatan, sebelumnya mendiang terpapar Covid-19.
Jenazah kerabat Azwar tersebut terpaksa mengantre satu hari lebih sebelum dapat diantar ke pemakaman.
"Meninggal itu hari Senin jam 09.30 di rumah sakit. Namanya di rumah sakit saat itu kondisi semua sibuk, suster cuma bilang, 'Tunggu ya, antre untuk pemakaman dapat nomor urut 220'," kata Azwar kepada Kompas.com, Sabtu (3/7/2021).
"Cuma kami enggak dikasih tahu persoalannya apa, apakah proses pemakamannya di TPU Rorotan yang antre atau ambulansnya yang kosong," ia menambahkan. Azwar mengaku, keluarga sepenuhnya mengerti dengan kondisi ini.
Baca juga: Banyak Warga Cari Obat untuk Pasien Covid, IDI Peringatkan Apotek Jangan Sembarangan Jual Obat Keras
Pihak RS meminta keluarga agar menunggu supaya mendiang, yang Senin itu sudah dalam keadaan rapi dan siap dimakamkan, dapat dibawa ke TPU Rorotan untuk dikebumikan. Dapatkan informasi, ins
Ia menambahkan, RS mengizinkannya untuk mencari sendiri TPU lain yang dapat jadi lokasi pemakaman dengan protap Covid-19.
"Kami tidak berkeberatan disuruh mencari sendiri (TPU-nya). Karena kan dalam Islam itu pemakaman lebih cepat lebih baik," ucap Azwar.
"Kita enggak yakin 220 itu antrean bakal selesai sehari, takut kesodok-sodok orang lain yang mau dimakamin juga," ujarnya.
Keluarga Azwar lalu mencari sendiri slot pemakaman yang mungkin tersedia, hingga menghubungi TPU Pondok Ranggon.
Namun, TPU Pondok Ranggon hanya terima pemakaman tumpang, dengan syarat jika sudah ada keluarga sebelumnya yang sudah dimakamkan di sana.
Baca juga: PPKM Darurat di KBB dan Cimahi, Siapkan Dua Titik Penyekatan, Pengendara Diminta Surat Test Covid-19
Setelah mencari ke sana-sini, sementara mendiang masih terbaring di kamar jenazah RS, Azwar dan keluarga akhirnya mendapatkan slot pemakaman di TPU Pedurenan, Mustikajaya, Kota Bekasi.