Breaking News:

Headline Tribun Jabar

Headline Tribun Jabar, Seminggu 3.300 Anak Terpapar Covid-19, Varian Delta Telah Menyebar di Jabar

Headline Tribun Jabar, hari ini, mengupas mengenai terpaparnya 3.300 anak oleh Covid-19. Disebutkan varian delta menyebar di 9 kota dan kabupaten di J

Tribun Jabar/Dian Herdiansyah
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi melakukan penyemprotan disinfektan di berbagai lokasi akibat meningkatnya kasus terpapar Covid-19 secara signifikan, Rabu (30/6/2021) 

Headline Tribun Jabar, hari ini, mengupas mengenai terpaparnya 3.300 anak oleh Covid-19.

Dalam hedaline Tribun Jabar, juga disebutkan varian delta menyebar di 9 kota dan kabupaten di Jabar.

//

Pasien Covid-19 yang terpaksa dirawat di IGD RSUD Ciereng Subang. Mereka menunggu ruang rawat inap kosong.
Pasien Covid-19 yang terpaksa dirawat di IGD RSUD Ciereng Subang. Mereka menunggu ruang rawat inap kosong. (Tribun Jabar/Irvan Maulana)

BANDUNG, TRIBUN- Sebanyak 3.297 anak di Jawa Barat tertular Covid-19 dalam seminggu terakhir. Sejak awal pandemi, tercatat 52.350 anak yang terkonfirmasi positif Covid-19, atau hampir 14 persen dari total kasus Covid-19 di Jabar yang sudah mencapai 368 ribuan kasus.

"Pasien anak paling banyak di Kabupaten Garut, Kota Depok, Kota Bandung, dan Kabupaten Subang," ujar Kepala Dinas Kesehatan Jabar, Nina Susana Dewi, konferensi pers digital, Rabu (30/6).

Dari total 52.350 anak yang terpapar Covid-19 ini, menurut Nina, 77 persen persennya adalah anak usia sekolah. "Sisanya ada balita, bayi, dan anak usia prasekolah."

Hasil pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) yang dilakukan dilakukan Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman pada 20 Juni 2021, diketahui varian Delta yang menjadi penyebab melonjaknya kasus Covid di Tanah Air, termasuk di Jawa Barat, ternyata juga menyerang anak-anak dan balita.

Beberapa di antaranya terjadi di Kabupaten Bandung Barat.

"Di Jaya Giri dan Cipeundeuy, warga yang terpapar varian Delta ini balita, namun di Ngamprah yang terpapar anak-anak usia 5-18 tahun," ujar Sekretaris Daerah KBB Asep Sodikin, saat ditemui di Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung Barat, Rabu (30/6).

Asep mengatakan, sejak awal Pemkab KBB memang sudah curiga bahwa lonjakan kasus yang terjadi di KBB karena varian Delta. Itu sebabnya mereka kemudian memeriksakan sampelnya ke LNM Eijkman.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved