Cara Tingkatkan Imunitas Tubuh dan Pola Makan Sehat, Kurangi Konsumsi 7 Jenis Makanan Ini
Di masa pandemi Covid-19, upaya memperkuat imunitas tubuh jadi keharusan untuk terhindar dari resiko buruk gejala Covid-19 atau penyakit lainnya.
TRIBUNJABAR.ID- Di masa pandemi Covid-19, upaya memperkuat imunitas tubuh jadi keharusan untuk terhindar dari resiko buruk gejala Covid-19 atau penyakit lainnya.
Asupan vitamin penambah imunitas tubuh bisa jadi pilihan selain menjaga asupan makanan bergizi. Namun tahukah kamu, sejumlah asupan makanan ini harus dihindari karena justru melemahkan imunitas. Antara lain
1. Makanan Cepat Saji
Terlalu sering atau berlebihan mengkonsumsi makanan cepat saji bisa mengurangi imunitas tubuh karena memicu peradangan, meningkatan permeabilitas usus, dan menyebabkan ketidakseimbangan bakteri di usus.
Dampak dari semuanya sangat buruk terhadap kekebalan tubuh kita. Makanan cepat saji juga bisa mengandung bahan kimia bis(2-ethylhexyl) phthalate (DEHP) dan diisononyl phthalate (DiNP).
Phthalates dapat larut ke dalam makanan cepat saji, misalnya melalui kemasan atau sarung tangan plastik yang dikenakan saat menyiapkan makanan. Kemudian, zat itu juga menggangu sistem penghasil hormon.
Zat kimia itu juga meningkatkan produksi protein inflamasi yang melemahkan respons kekebalan tubuh terhadap patogen dan menyebabkan disregulasi kekebalan.
2. Makanan tinggi lemak
Makanan dengan lemak jenuh tinggi dan rendah berkaitan dengan tidak berfungsinya imunitas.
Makanan dengan lemak jenuh tinggi bisa membuat peradangandi tubuh sehingga menghambat fungsi imunitas tubuh. Solusinya, pastikan asupan padat nutrisi karena bisa membantu mengopmalitasi daya tahan tubuh sehingga tidak mudah terserang penyakit dan infeksi virus.
3. Makanan tinggi garam
Asupan garam yang tinggi dapat merusak sistem kekebalan tubuh, meningkatkan peradangan dan meningkatkan kerentanan tubuh terhadap penyakit autoimun.
Makanan dengan garam tinggi ada di sekitar kita di setiap hari. Misalnya, keripik tinggi garam hingga makanan cepat saji.
4. Makanan yang digoreng
Makanan yang digoreng gampang ditemui sehari-hari, bahkan di rumah sekalipun. Namun ternyata, makanan yang digoreng tinggi akan menghasilkan kelompok advanced glycat end products (AGEs) yang terbentuk ketika gula bereaksi dengan protein atau lemak selama proses memasak dengan suhu tinggi.
Jika AGEs terlalu tinggi di tubuh, itu bisa berkontribusi pada peradangan dan kerusakan sel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/makanan-sehat_20160612_094734.jpg)