Breaking News:

Penerapan PSBB Terbukti Ampuh Tekan Covid-19, Wakil Gubernur Usulkan Jawa Barat Lockdown

Untuk menekan angka kasus Covid-19 yang masih terus mengalami kenaikan, Wakil Gubernur Jawa Barat mengusulkan Jawa Barat Lockdown

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Siti Fatimah
Biro Adpim Jabar
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum - Untuk menekan angka kasus Covid-19 yang masih terus mengalami kenaikan, Wakil Gubernur Jawa Barat mengusulkan Jawa Barat Lockdown. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengusulkan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) atau lockdown di Provinsi Jawa Barat untuk mengatasi lonjakan kasus Covid-19.

Hal tersebut berdasarkan saran sejumlah pihak, termasuk para ahli kesehatan.

"Kepada Pak Gubernur, nanti saya akan usulkan dalam rapat hari Senin, berlakukan lockdown saja, ekstrem saja langsung, demi kebaikan semua. Ini kami usulkan setelah konsultasi dengan insan-insan kesehatan yang saya datangi," kata Uu melalui ponsel, Kamis (24/6).

Baca juga: Headline Tribun Jabar, Wagub Uu Ruzhanul Ulum Minta Jabar Lockdown, Anggap Masyarakat Ngeyel

Uu mengatakan jika kondisi Jawa Barat terus-terusan seperti sekarang, tanpa adanya ketaatan masyarakat terhadap aturan, imbauan, dan instruksi pemerintah tentang protokol kesehatan, kemungkinan penyebaran Covid-19 ini tidak akan berakhir. 

"Pandemi Covid-19 di Jawa Barat ini kalau memang seperti ini terus, tidak akan berakhir. Sekarang sudah satu tahun lebih. Nanti saya sampaikan kepada Bapak Gubernur untuk dilakukan lagi saja se-Jawa Barat, karena jelas lockdown ini efektif sebagaimana yang telah kita alami dulu," katanya.

PSBB, katanya, terbukti berhasil menurunkan kasus Covid-19.

Jika di Jabar kembali diberlakukan PSBB atau lockdown walau hanya dua minggu, katanya, akan berdampak pada penurunan angka kasus Covid-19.

"Karena masyarakat sekarang ngeyel, maka sudah saja dengan ketegasan, dengan sikap yang ekstrem tegas. Karena kalau biasa-biasa saja seperti sekarang ini, malah bertambah terus. Barusan beberapa rumah sakit yang kami cek penuh, dan juga masih banyak yang belum masuk karena bed-nya sudah penuh," katanya.

Baca juga: Tak Semua Pasien Covid Harus ke Rumah Sakit untuk Dapat Penanganan, Mengapa? Ini Penjelasan Satgas

Oleh karena itu, ujar Uu, sekalipun ada dampak ekonomi dari lockdown ini, akan menuntaskan masalah Covid-19.

Tidak usah lama-lama, katanya, cukup dua minggu, daripada tidak tegas seperti sekarang dan banyak yang tidak taat protokol kesehatan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved