Keterisian PPDB Jabar di Indramayu di bawah 70 Persen, Tempati Urutan Terendah Kedua di Jabar

Kabupaten Indramayu menempati urutan kedua dari bawah keterisian Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Jabar pada tahap 1

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar / Handhika Rahman
Kepala Dinas Pendidikan Jabar Dedi Sopandi saat monitoring PPDB Jabar di Indramayu, Kamis (24/6/2021) 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Kabupaten Indramayu menempati urutan kedua dari bawah keterisian Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Jabar pada tahap 1.

Kepala Dinas Pendidikan Jabar, Dedi Supandi, mengatakan, persentase keterisian PPDB SMA di Kabupaten Indramayu berada di atas 60 persen akan tetapi di bawah 70 persen.

Baca juga: Tenaga Kesehatan Dipukul, Wagub Jabar: Pasien Jangan Arogan, Nakes Jangan Sok Punya Kewenangan

"Kalau Indramayu ini di atas 60 persen tapi dibawah 70 persen, ini termasuk keterisian yang rendah," ujar dia kepada Tribun Jabar saat monitoring persiapan PPDB Jabar Tahap 2 di SMA Negeri 1 Indramayu, Kamis (24/6/2021).

Sedangkan daerah dengan persentase keterisian PPDB terendah di Jabar, yakni di Kabupaten Cianjur dengan persentase hanya 58 persen.

Dedi Supandi menyampaikan, ada pula daerah yang tingkat keterisian tinggi dan hampir menyentuh angka 100 persen.

Jika diurut, yaitu Kota Depok, Kota Bogor, Kota Cimahi, lalu Kota Bandung.

Baca juga: Saung Angklung Udjo Dikira Bangkrut karena Lelang Barang, Ini Alasan di Baliknya

Masih disampaikan Dedi Supandi, pada PPDB Jabar tahap 1 diketahui sudah diumumkan.

Ada sebanyak 137 ribu siswa yang sudah diterima di sekolah pilihannya masing-masing dari kuota yang disediakan sebanyak 177 ribu sekian.

Sedangkan jumlah pendaftar pada PPDB Jabar tahap 1 ini, disampaikan dia, mencapai 244 ribu siswa.

Dedi Supandi mengatakan, jika dipersentase kan secara keseluruhan, PPDB Jabar Tahap 1 ini baru sekitar 78 persen saja.

Oleh karena itu, ia berharap pada PPDB Jabar Tahap 2 yang akan dimulai 25 Juni 2021 nanti kekurangan tersebut bisa terpenuhi.

"Jadi saya sampaikan kepada masyarakat sekolah dimana saja, karena semua sekolah itu sama," ujar dia.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved