Sabtu, 30 Mei 2026

Varian Delta Covid-19 Sudah Masuk Indramayu? Satgas Curiga, Kondisi Pasien Cepat Memburuk

Satgas Covid-19 menelusuri kemungkinan sudah masuknya varian Delta Covid-19 karena melihat fenomena pasien kondisinya cepat memburuk

Tayang:
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Siti Fatimah
ISTIMEWA
ilustrasi covid- Lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Indramayu turut disertai dengan tingginya angka kematian. Kini Satgas Covid-19 menelusuri kemungkinan sudah masuknya varian Delta Covid-19 karena melihat fenomena pasien kondisinya cepat memburuk. 

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Indramayu turut disertai dengan tingginya angka kematian. Pada Minggu (20/6/2021) tercatat ada 13 orang meninggal dunia karena Covid-19 dalam sehari.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara mengatakan, banyaknya kasus meninggal ini menimbulkan kecurigaan bahwa Covid-19 varian India atau virus corona varian delta masuk ke Kabupaten Indramayu.

Kendati demikian, ia belum bisa memastikan secara pasti karena harus dilakukan penelitian lebih lanjut.

Baca juga: 13 Orang Meninggal Dunia karena Covid-19 dalam Sehari di Indramayu, Rekor Jumlah Kematian Terbanyak

"Memang kecurigaan ada tapi tidak bisa langsung diambil kesimpulan karena harus dilakukan pemeriksaan whole genom sequencing (WGS)," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Senin (21/6/2021).

Kecurigaan itu, disampaikan Deden Bonni Koswara, karena sekarang ini pasien cepat sekali memburuk keadaannya hingga akhirnya meninggal dunia.

Dalam hal ini, ia mengatakan, untuk melakukan pemeriksaan WGS guna membuktikan apakah Covid-19 varian delta sudah masuk ke Kabupaten Indramayu masih menjadi kendala.

Di Indonesia, pemeriksaan WGS ini masih jarang dan difokuskan untuk kabupaten/kota tertentu seperti Kudis dan Bangkalan.

Baca juga: Kasus Melonjak, Waktu Rawat Inap Pasien Covid-19 Dikurangi, Bergantian dengan Pasien Bergejala Berat

Ia juga mengatakan, pemerintah Kabupaten Indramayu tidak memungkinkan untuk berinisiatif menyediakan alat pemeriksaan WGS karena harganya yang mahal.

Ditambah lagi, tenaga yang bisa melakukan pemeriksaan WGS adalah tenaga ahli genetik Biomolekuler.

"Dan terus kalau pun iya memang terdeteksi karena virus delta juga kalau kitanya sebagai masyarakat tidak patuh Prokes tetap saja akan meningkat terus," ucapnya.

Ia pun meminta kesadaran kepada masyarakat agar bisa mematuhi protokol kesehatan sebagaimana yang dianjurkan pemerintah.

Sampai dengan saat ini, diketahui jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Indramayu sudah tembus angka 9.795 orang.

Baca juga: Sudah Ditemukan di Jabar, Ini Bahaya Varian Delta Virus Covid-19, Cepat Menyebar, Serang Usia Muda

Jumlah tersebut setelah ditambah pasien Covid-19 yang baru terkonfirmasi positif sebanyak 210 orang pada hari kemarin.

Dengan rincian, sebanyak 1.179 orang masih menjalani perawatan, 8.353 orang sembuh, dan 263 orang meninggal dunia.

Lonjakan ini pun turut membuat keterisian Bed Occupancy Ratio (BOR) atau tempat tidur perawatan pasien nyaris penuh.

Sampai hari kemarin, Satgas Covid-19 Kabupaten Indramayu mencatat dari total 317 BOR di berbagai RS rujukan, sebanyak 300 di antaranya sudah terisi.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved