Breaking News:

Tiga Pengedar Sabu di Sumedang Diringkus Polisi, 1 Orang Masih DPO, Transaksi Dilakukan via Medsos

Kapolres Sumedang menyebutkan, kronologi pengungkapan kasus peredaran narkoba ini berawal dari informasi yang diberikan masyarakat.

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Seli Andina Miranti

Laporan Kontributor TribunJabar.id Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Tiga pengedar narkotika jenis sabu hanya dapat tertunduk lesu saat digiring polisi dari ruang tahanan ke ruang gelar perkara di Aula Tribrata Polres Sumedang, Jawa Barat, Rabu (16/6/2021).

Pantauan Tribun Jabar, tiga pelaku berinisial GP (30) warga Kelurahan Kota Kaler, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, DH (39) warga Dusun Pamatutan, Desa Mulyasari Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, dan DI (43) warga Perumahan Rancaekek Kencana, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, itu berbalut baju tahanan.

"Selain mengamankan tiga pelaku, sabu seberat 0,38 gram dan sejumlah barang bukti lainnya turut disita. Satu orang lainnya ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO)," kata Kapolres Sumedang, AKBP Eko Prasetyo Robbyanto.

Kapolres menyebutkan, kronologi pengungkapan kasus ini berawal dari informasi yang diberikan masyarakat.

Menurutnya, pelaku DH dan GP berhasil dibekuk di Jalan Simpang-Parakanmuncang, Kecamatam Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Sabtu 29 Mei 2021 sekira pukul 15.30 WIB.

"Pengakuan mereka, satu paket sabu tersebut merupakan pesanan DI, lalu petugas melakukan pengembangan,” ucap Eko.

Lebih lanjut Eko mengatakan,berdasarkan keterangan dari kedua pelaku, petugas langsung melakukan pengembangan. Kemudian, lanjut Eko, pelaku DI diamankan di kediamannya sekira pukul 19.15 WIB.

Baca juga: Mengapa Peredaran Narkoba di Indonesia Sulit Dicegah? Ini Salah Satunya Menurut Polisi

“Saat penggeledahan di rumah DI, petugas menemukan satu buah timbangan, alat hisap sabu dan sejumlah plastik klip yang diduga kerap digunakan untuk membungkus sabu," katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap ketiga pelaku, tambah Eko, pelaku GP dan DH berperan
sebagai perantara, dan pelaku berinisial ADR berperan sebagai penjual.

Menurutnya, modus operandi transaksi mereka dilakukan via medsos dan barangnya ditempel di suatu tempat.

“Atas perbuatannya, para pelaku dijerat UU Nomor 35/2009, tentang Narkotika Pasal 114 ayat (1) dan atau 112 ayat (1) jo pasal 132 ayat (1) dan atau pasal 127 ayat (1) huruf a, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun," Eko menambahkan.

Baca juga: Polres Sukabumi Kota Tetapkan 10 Tersangka Kasus Penyalagunaan Narkoba dalam Dua Minggu

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved