Breaking News:

Covid-19 di Bandung Melonjak, Ubah RPJMD, Pembangunan Ini di Setiap Kelurahan Tak Akan Terwujud

Pemerintah Kota Bandung mengusulkan revisi Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) karena adanya bencana covid 19

Penulis: Tiah SM | Editor: Siti Fatimah
ISTIMEWA
ilustrasi covid- Pemerintah Kota Bandung mengusulkan revisi Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) karena adanya bencana covid 19. 

TRIBUNJABAR. ID, BANDUNG- Pemerintah Kota Bandung mengusulkan revisi Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) karena adanya bencana covid 19.

Ketua Pansus Revisi RPJMD Kota Bandung Iman  Lestariyono mengatakan  kebijakan revisi RPJMD ini merupakan kesempatan dan hak Kepala Daerah dalam merencanakan kembali program pembangunan  yang masih tersisa 2 Tahun lagi.

Menurut Iman dasar Perubahan RPJMD: Pasal 342 ayat (1) Permendagri No. 86 Tahun 2017: Perubahan RPJPD dan RPJMD dapat dilakukan apabila terjadi Perubahan mendasar.

Baca juga: Update Covid-19 Bandung, Cigending Sudah Tidak Zona Hitam Covid-19, Statusnya Kini Zona Merah

"Perubahan yang mendasar mencakup terjadinya bencana alam, goncangan politik, krisis ekonomi, konflik sosial budaya, gangguan keamanan, pemekaran daerah, atau perubahan kebijakan nasional," ujar Iman di Gedung DPRD, Selasa (15/6).

Iman memgatakan ada beberapa perubahan nomenklatur yang harus disesuaikan juga krisis ekonomi dampak dari pandemik Covid 19 yang berimbas hampir di semua sektor.

Dampak pandemik covid diiantaranya perubahan indikator makro Kota Bandung Th 2019 Vs Th 2020 yang ekstrim  seperti, 
LPE dari 6,79% terjun bebas menjadi -2,28%, pengangguran terbuka dari 8,16% menjadi 11,19% dan angka Kemiskinan dari 3,38% menjadi  3,99%.

Baca juga: Keterisian Tempat Tidur untuk Rawat Pasien Covid-19 di Indramayu Nyaris 90 Persen, Ini Daftarnya

Iman mengatakan, dari segi pendapatan turun lebih Rp 1 Triliun atau 30% yang tentunya akan berdampak pada pergeseran fokus prioritas pembangunan Kota Bandung,.

"Kota Bandung akan fokus ke 4 hal utama yaitu pemulihan ekonomi, sistem kesehatan, prlindungan sosial dan ketahanan bencana," ujar Iman.

Iman mengatakan terkait infrastruktur  menjadi prioritas berikutnya dan disinergikan dengan program strategis Nasional dan Provinsi . ",infrastruktur harus berjalan agar masyarakat Kota Bandung tetap bisa terlayani secara fisik juga bathinnya, sesuai dengan visi walikota dalam mewujudkan Kota Bandung yang Unggul, Nyaman, Sejahtera dan Agamis," ujar Iman.

Baca juga: Jasad Pasien Covid-19 dari Luar Kota Bandung Tak Boleh Dikubur di Cikadut, Bagaimana yang Terlanjur?

Pembangunan yang terganggu karena bencana covid  diantaranya pembangunan fisik dan penambahan aset namun pergeserani lebih kepada sisi maintenance nya.

Sedangkan pembangunan Fly over tetap bisa direalisasikan karena berkolaborasi dengan Pemprov juga rencana NSlink dan BIUTR yang sinergi denga. program pemerintah pusat.

Sementara pembangunan youth space atau ruang khusus untuk pemuda rencananya akan dibangun di setiap kelurahan tidak akan terwujud.  

Youth space tempat berinterakasi para pemuda untuk mengembangkan potensi para pemuda kemungkinan baru bisa di skala wilayah/ kecamatan.

Iman mengatakan, tak hanya Kota Bandumg yang merevisi RPJMD tapi banyak kota Kabupaten provinsi yang melakukan  perubahan diantaranya Provinsi Jabar, DK, Kota Tangerang, Semarang, dan lainnya

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved