Jumat, 8 Mei 2026

Gempa Bumi

Beredar Isu tentang Gempa dan Tsunami Dahsyat, BMKG Jelaskan Beda Potensi dan Prediksi

Salah satu yang sempat mengemuka adalah soal tsunami yang disebut-sebut bakal melanda Jawa Timur dengan ketinggian mencapai lebih dari 20 meter.

Tayang:
Editor: Hermawan Aksan
Tribunnews.com
Ilustrasi foto: Gelombang tsunami dahsyat 26-29 meter akibat gempa bumi magnitudo 8,9 di Jatim. Hasil pemodelan matematis dari BMKG. 

TRIBUNJABAR.ID - Media sosial dan laman berita ramai soal isu gempa dahsyat dan tsunami di wilayah Indonesia beberapa waktu belakangan ini. 

Salah satu yang sempat mengemuka adalah soal tsunami yang disebut-sebut bakal melanda Jawa Timur dengan ketinggian mencapai lebih dari 20 meter.

Di media sosial, beredar pula tangkapan layar berita media yang menyebutkan bahwa informasi gempa dahsyat dan tsunami besar itu merupakan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Baca juga: BMKG Tambah Shelter, Perkuat Pantau Gempa Bumi di Selatan Jawa yang Dekat dengan Zona Megathrust

Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono, menyoroti narasi pemberitaan yang dinilai tak memahami arti kata prediksi dan potensi.

Daryono memberikan tanggapan melalui akun Twitternya.

"Entah sampai kapan kawan-kawan ini bisa paham arti kata prediksi dan potensi," tulis Daryono dalam twitnya.

Apa bedanya potensi dan prediksi?

Saat dihubungi kompas.com, Minggu (13/6/2021), Daryono menjelaskan, hingga saat ini kapan terjadinya gempa bumi belum bisa diprediksi baik waktu, lokasi, maupun kekuatannya.

 

"Kapan gempa terjadi belum ada yang tahu sehingga jangan mudah percaya isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," ujar Daryono.

Ia menekankan, penting untuk memahami perbedaan antara istilah "potensi" dengan "prediksi".

Baca juga: Malam Tadi Gempa Landa Imogiri Yogyakarta, Lindu Terasa di Gunungkidul

Daryono menjelaskan, potensi didasarkan atas sejarah dan perhitungan dengan angka deviasi lebar.

Sementara itu, prediksi lebih ke sesuatu yang hampir pasti akan terjadi dalam waktu dekat.

Melalui twitnya pada awal Juni lalu, ia juga sudah mengedukasi soal ini.

"POTENSI: ada bahaya dan ada lokasinya, tetapi kapan terjadinya tdk ada yg tahu. Sedangkan PREDIKSI: ada bahaya, ada lokasinya, dan kemungkinan kapan waktu terjadinya. Mari kita pahami bersama 2 kata ini," tulis Daryono pada 2 Juni 2021.

Kesalahpahaman dalam menerima informasi

Diberitakan kompas.com, 26 Juli 2019, kesalahpahaman dan timbulnya kebenaran di masyarakat dapat muncul saat menerima informasi potensi fenomena alam seperti gempa bumi dan tsunami yang tidak lengkap.

Apalagi, geologi menggunakan parameter waktu yang sangat panjang, mulai 10.000 tahun hingga jutaan tahun.

Sumber: Kompas
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved