Breaking News:

Gempa Bumi

BMKG Tambah Shelter, Perkuat Pantau Gempa Bumi di Selatan Jawa yang Dekat dengan Zona Megathrust

Gempa bumi di selatan Pulau Jawa memang nyaris terjadi setiap hari. BMKG pun membangun shelter baru untuk memantau aktivitas tersebut.

Editor: taufik ismail
BMKG.go.id
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, beserta tim Stasiun Geofisika Sleman melakukan survei lokasi pembangunan shelter gempa bumi di wilayah Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. 

TRIBUNJABAR.ID, YOGYAKARTA - Untuk meningkatkan pemantauan aktivitas gempa bumi di selatan Pulau Jawa yang berdekatan dengan zona megathrust, BMKG menambah shelter gempa bumi.

Hari Minggu (13/6/2021), Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, beserta tim Stasiun Geofisika Sleman melakukan survei lokasi pembangunan shelter gempa bumi.

Shelter itu berada di wilayah Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Survei dilakukan untuk mendapatkan lokasi penempatan sensor yang ideal sesuai dengan kriteria dan spesifikasi peralatan.

Di antaranya adalah sensor harus dipasang pada batuan keras (bedrock) yang memiliki noise dan amplifikasi yang kecil.

Dwikorita juga menekankan bahwa lokasi penempatan harus berada di wilayah yang minim tutupan lahan agar sinar matahari dapat mencukupi kebutuhan energi solar panel untuk mengoperasikan sensor tersebut.

"Lokasi penempatan juga harus jauh dari aktivitas manusia dan kendaraan agar sinyal yang diterima sensor bebas dari noise atau gangguan sekitar," ujar Dwikorita di laman BMKG.

Setelah dilakukan survei ke beberapa lokasi, didapatkan lokasi ideal yang terletak di Bukit Trianggulasi, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo.

Lokasi ini juga mendapat dukungan dari kepala desa setempat, Wagiran, yang mengaku senang daerahnya terpilih untuk peletakkan sensor seismograf.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada BMKG atas bantuannya yang berwujud sensor seismograf yang akan berdiri di atas Bukit Trianggulasi. Dan kami juga mengucapkan terima kasih atas perjuangannya," ujar Wagiran.

Kepala Stasiun Geofisika Sleman, Ikhsan, mengatakan bahwa penambahan shelter gempa bumi ini bertujuan untuk meningkatkan kerapatan jaringan sensor gempa bumi di Indonesia, khususnya di selatan Pulau Jawa yang notabene berada dekat dengan zona megathrust.

BMKG selalu berkomitmen untuk memperkuat sistem monitoring gempa bumi dan tsunami di Indonesia, dalam upaya pengurangan risiko bencana sehingga zero victims dapat terwujud.

Baca juga: Malam Tadi Gempa Landa Imogiri Yogyakarta, Lindu Terasa di Gunungkidul

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved