Selasa, 14 April 2026

Angka Kematian Akibat Covid di Ciamis Meningkat Setelah Lebaran, Begitu Juga Bed Occupation Rate

Tingkat keterisian tempat tidur (bed) ruang rawat isolasi Covid-19 di rumah sakit rujukan di Ciamis meningkat hampir dua kali lipat dalam dua minggu.

Penulis: Andri M Dani | Editor: Giri
Tribun Cirebon/ Eki Yulianto
ILUSTRASI - Angka kematian akibat Covid-19 di Ciamis meningkat setelah Lebaran. 

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Tingkat keterisian tempat tidur (bed) ruang rawat isolasi Covid-19 di rumah sakit rujukan di Ciamis meningkat hampir dua kali lipat dalam dua minggu terakhir.

Angka bed occupancy rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur ruang ruang isolasi RS rujukan Covid-19 di Ciamis pada pekan pertama Juni 2021 sebesar 25 persen dari kapasitas 125 bed yang tersebar di lima rumah sakit dan satu pusat isolasi.

Sedangkan pada pekan kedua bulan Juni ini, BOR ruang isolasi di lokasi yang sama naik jadi 45,6 persen atau yang terisi 57 bed.

“Kondisinya masih terkendali. Masih di bawah batas ambang WHO,” ujar Kabid Pengendalian dan Pemberantas Penyakit (P2P) Dinkes Ciamis, Bayu Yudiawan, kepada Tribun, Senin (14/6/2021).

Batas ambang BOR ketentuan WHO yakni 60 persen. Sedangkan sisa bed 40 persen sebagai penyangga (buffer) untuk menghadapi terjadinya ledakan kasus.

Bayu mengatakan keterisan ruang isolasi RSUD Ciamis adalah 70,91 persen (39 dari 55 bed), RS Dadi Keluarga 50 persen (11 dari 22), RS Al Arif 100 persen (3 dari 3), RS Permata Bunda 57,14 persen (4 dari 7), RSKB RSOP 0 persen (tidak terisi dari tersedia 8 bed), dan Pusat Isolasi Wisma Haj IC 0 persen (tidak terisi dari 30 bed).

Bayu mengatakan kenaikan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Ciamis sebenarnya tidak terlalu siginifikan setelah libur Idul Fitri.

“Ada kenaikan sekitar 1,4 kali lipat dibanding sebelum Lebaran. Dari rata-rata 200 kasus baru tiap minggu naik jadi 280 kasus baru per minggu pascalebaran. Kenaikanya tidak terlalu signifikan,” ucapnya.

Namun, angka kemarian karena Covid-19 di Ciamis justru meningkat setelah Lebaran.

Baca juga: Mantan Suster yang Urus Anak Nindy Ayunda Bicara Tentang Penyekapan Lagi, Mengaku Pernah Ditekan

Tingkat kematian kasus Covid-19 di Ciamis pascalebaran mencapai 3,7 persen.

Angka tersebut jauh di atas rata-rata Jabar yang berada di angka 1,4 persen dan angka rata-rata nasional 2,3 persen.

Kondisi tersebut membuat Ciamis yang semula masuk zona  oranye kembali ke zona merah.

Meningkatnya kembali kasus Covid-19 di Ciamis, menurut Bayu, lantaran masyarakat mulai abai dengan protokol kesehatan.  

Tingkat kedisplinan masyarakat tentang prokes menurun dari 80 persen jadi 60 persen.

Baca juga: Nikita Mirzani Minta Tak Membully Anji yang Terjerat Kasus Penyalahgunaan Narkoba, Ini Alasannya

Sementara itu untuk memastikan penerapan prokes di tengah masyarakat Ciamis, tim Praja 4 Satgas Covid-19 Satpol PP Jabar bersama tim gabungan di Ciamis melakukan operasi yustisi penegakan disiplin di tempat-tempat keramaian selama tiga hari sejak Sabtu (12/6/2021)

Petugas mendatang tempat-tempat kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan banyak orang serta pengecek penerapan prokes di sejumlah sekolah yang sedang melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. (andri m dani)       

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved