Breaking News:

Dampak PPnBM 0 Persen untuk Pembelian Mobil, MTF Profit Hingga Rp 83 Miliar

Mulai Juni 2021, pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) mulai dikenakan biaya sebesar 50% dari tarif yang berlaku.

Penulis: Putri Puspita Nilawati
Editor: Siti Fatimah
Direktur MTF, William Francis, President Director MTF, Pinohadi G Sumardi, dan Regional Division Head, Wawan Yulianto. 

TRIBUNJABAR. ID, BANDUNG - Mulai Juni 2021, pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) mulai dikenakan biaya sebesar 50% dari tarif yang berlaku.

Setelah sebelumnya PPnBM 0% telah diberikan sejak Maret 2021.

Sehingga harga mobil lebih murah karena konsumen tak dibebankan PPnBM sama sekali.

Adanya kebijakan ini ternyata membuat PT Mandiri Tunas Finance (MTF) mengalami kenaikan terhadap kinerja penyaluran kredit periode Mei.

Baca juga: Cerita Hendra Pelaku Bisnis Fesyen Manfaatkan Pasar Digital Siasati Pandemi Covid 19

Direktur MTF, William Francis, mengatakan adanya PPnBM pengguna kredit MTF meningkat sejak Februari - Maret sebanyak 20%.

"Puncaknya itu di bukan April paling besar, karena iri puncaknya orang beli mobil tanpa pajak," ujarnya saat ditemui di sela kegiatan Kantor Cabang MTF 3, Jalan Batununggal, Rabu (9/6/2021).

Ia mengatakan dengan adanya peningkatan ini membuat profit MTF pada Mei pun mengalami peningkatan yang cukup tinggi.

"Performance bulan Mei, profit MTF mencapai Rp 83 miliar, melebihi 150% dari target kami," ucapnya.

Baca juga: Peluang Bisnis, Budidaya Madu Klanceng Tak Perlu Keahlian Khusus Pelihara Lebah, Untung Besar

Sementara itu Regional Division Head 5 MTF, Wawan Yulianto mengatakan jika saat ini Jawa Barat menyumbang profit terbesar di urutan ke tiga.

"Profit yang diberikan dari Jabar sebanyak 75%. Adanya keterbatasan unit pada kendaraan menjadi penghambat untuk bisa menambah profit," ujar Wawan.

Aturan PPnBM diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan No. 20/PMK.010/2021 tentang Pajak Penjualan Atas Barang Mewah Atas Penyerahan Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor Tertentu yang Ditanggung Pemerintah Tahun Anggaran 2021.

Baca juga: BUMD Jabar Targetkan Digitalisasi Semua Layanan Bisnis, Buat Aplikasi untuk Topang PT Jabar Energi

Dalam peraturan tersebut, ada dua jenis kendaraan yang berhak mendapatkan diskon pajak mobil baru.

Diantaranya adalah kendaraan bermotor sedan atau station wagon dengan motor bakar cetus api atau nyala kompresi (diesel atau semi diesel) dengan kapasitas isi silinder sampai dengan 1.500 cc. 

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved