Breaking News:

Dalam Sepekan, Keterisian Rumah Sakit Perawatan Pasien Covid 19 di Jabar Meningkat 10 Persen

Angka keterisian ruang isolasi perawatan pasien Covid-19 di rumah sakit di Jabar terus meningkat.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin
Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Squash Indonesia (PSI) Jabar, Daud Ahmad saat memberikan penghargaan kepada tim Kota Bandung yang menjadi juara umum Kejurda Squash Jabar di Lapangan Squash Siliwangi Center, Jalan Lombok, Kota Bandung, Kamis (2/5/2019). 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Angka keterisian ruang isolasi perawatan pasien Covid-19 di rumah sakit di Jabar terus meningkat.

Dalam sepekan, angka keterisiannya bertambah 10 persen dari awalnya 39 persen pada pekan lalu menjadi 49 persen pada Minggu (6/6).

Baca juga: Oded Sebut Covid 19 di Kota Bandung Terkendali Meski Ada Kenaikan dan BOR Capai 79,9 Persen,

"Per kemarin saya terima laporan BOR atau Bed Occupancy Rate di Jabar sekitar 49 persen. Seminggu yang lalu itu masih di angka 39 persen. Jadi bisa dibayangkan sehari naik antara 1 persen sampai 2 persen," kata Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Jabar, Daud Achmad, di Gedung Sate, Senin (7/6).

Daud Ahmad mengatakan dari angka tersebut, sebagian dirawat di ruang perawatan level merah dan ICU, yakni untuk pasien bergejala berat. Keterisian ruang perawatan level merah ini, ujarnya, di angka 79,9 persen.

"Di kategori merah itu memang keterisian ICU tinggi. Memang secara umum ada kenaikan. Ini memang ada peningkatan, walaupun kasus-kasus tidak terlalu melonjak, kalau dilihat di angka yang muncul yang dirilis," katanya.

Baca juga: Sudah Buron 500 Hari ICW Sebut KPK Tak Kunjung Ringkus Harun Masiku

Berdasarkan data dari kabupaten dan kota, katanya, walaupun angka penambahana kasusnya tidak melonjak tajam, tapi pasien yang masuk rumah sakit sangat banyak.

"Artinya kita minta ke masyarakat Jangan menunggu sampai parah ya. Artinya kalau masih gejala sedang segera masuk rumah sakit. Nah ini kenapa angka ICU dan kode merah tinggi, karena kebanyakan sudah dalam keadaan buruk masuk rumah sakit," kata Daud Ahmad.

Untuk mengantisipasi peningkatan angka keterisian rumah sakit, kata Daud, Pemprov Jabar selalu berkoordinasi dengan pemerintah di kabupaten dan kota, termasuk para direktur rumah sakit, setiap malam.

"Selalu disampaikan bahwa yang harus diperhatikan adalah ketersediaan obat dan perlengkapan. Secara umum obat dan perlengkapan tidak masalah, yang masih ada kendala beberapa rumah sakit ini mengenai SDM," katanya.

Baca juga: Postingan Ustaz Yusuf Mansur Tuai Kontroversi, Dapat Komentar Nyinyir, Balas Bungkam Satu Per Satu

Contoh di RSUD Al Ihsan di Baleendah, katanya, hampir sekitar 150 ruangan perawatannya sudah penuh dan segera menambah 40 kamar baru. Mereka pun bersiap dengan penambahan tenaga kesehatan dan obat-obatannya.

"Kita bekerja sama dengan PPNI, Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Barat, Insya Allah ada penambahan 37 tenaga kesehatan khusus untuk menambahkan kamar di Al Ihsan. Kemudian di rumah sakit lain juga itu semua dibicarakan," tuturnya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved