Jumat, 8 Mei 2026

BMKG Catat ada Gempa Bumi Mag 3,6 di Sorong 2 Juni 2021

Badan Metrologi, Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) mencatat ada aktifitas gempa bumi di laut 29 km timur laut Kota Sorong pada Rabu (2/6/2021)

Tayang:
Editor: Mega Nugraha
Tangkapan layar unggahan BMKG di akun Twitter dan situs resmi BMKG, Rabu (2/6/2021). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG-Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) mencatat ada aktifitas gempa bumi di laut 29 km timur laut Kota Sorong pada Rabu (2/6/2021) pukul 21.13.

Dikutip dari laman BMKG, gempa bumi di timur laut Kota Sorong itu berkekuatan Mag : 3,6 dengan pusat gempa di kedalaman 11 km.

Adapun menurut BMKG wilayah dirasakan dengan skala Modified Mercalli Intensity (MMI) yakni I-II Sorong.

Baca juga: Gempa Bumi di Lumajang dan Pacitan Hari Ini Bertepatan dengan 27 Tahun Tsunami Dahsyat Banyuwangi

#Gempa Mag:3.6, 02-Jun-21 21:13:14 WIB, Lok:0.62 LS, 131.31 BT (Pusat gempa berada di laut 29 km TimuLaut Kota Sorong), Kedlmn:11 Km Dirasakan (MMI) I-II Sorong #BMKG.

Tangkapan Layar BMKG
Tangkapan Layar BMKG ()

Baca juga: Ada Bibit Siklon Tropis, BMKG: Waspadai Potensi Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi Sepekan ke Depan

Di laman BMKG, dijelaskan bahwa Skala Mercalli adalah satuan untuk mengukur kekuatan gempa bumi. Satuan ini diciptakan oleh seorang vulkanologis dari Italia yang bernama Giuseppe Mercalli pada tahun 1902. Skala Mercalli terbagi menjadi 12 pecahan berdasarkan informasi dari orang-orang yang selamat dari gempa tersebut dan juga dengan melihat serta membandingkan tingkat kerusakan akibat gempa bumi tersebut.

Oleh itu skala Mercalli adalah sangat subjektif dan kurang tepat dibanding dengan perhitungan magnitudo gempa yang lain.

Oleh karena itu, saat ini penggunaan Skala Richter lebih luas digunakan untuk untuk mengukur kekuatan gempa bumi.

Baca juga: Dua Gempa Guncang Indonesia Timur Sore Ini, Hanya Berselang Dua Menit, Maluku 5,1 Lalu Sorong 4,8

Tetapi skala Mercalli yang dimodifikasi, pada tahun 1931 oleh ahli seismologi Harry Wood dan Frank Neumann masih sering digunakan terutama apabila tidak terdapat peralatan seismometer yang dapat mengukur kekuatan gempa bumi di tempat kejadian.

I MMI
Getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.

II MMI
Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

III MMI
Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

IV MMI
Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.

V MMI
Getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

VI MMI
Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, kerusakan ringan.

VII MMI
Tiap-tiap orang keluar rumah. Kerusakan ringan pada rumah-rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan yang konstruksinya kurang baik terjadi retak-retak bahkan hancur, cerobong asap pecah. Terasa oleh orang yang naik kendaraan.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved