Baru Keluar dari Penjara, Spesialis Curansong Ini Curi Mesin kopi Libatkan Adiknya saat Lebaran

Keni Gunawan harus kembali mendekam di tahanan Polrestabes Bandung karena membobol kedai kopi, Padahal dia baru saja keluar dari penjara

Penulis: Mega Nugraha | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ Mega Nugraha
Keni Gunawan (46) harus kembali mendekam di tahanan Polrestabes Bandung karena membobol kedai kopi di Jalan Tatasurya Kecamatan Rancasari Kota Bandung, pekan lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Keni Gunawan (46) harus kembali mendekam di tahanan Polrestabes Bandung karena membobol kedai kopi di Jalan Tatasurya, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung, pekan lalu.

Padahal, dia baru saja keluar dari penjara karena kasus pencurian dengan pemberatan.

"Pelaku sudah ditahan. Barang yang dicuri mesin kopi merek Simonelli Appia II, mesin grinder kopi merek Simonelli II dan tablet warna hitam," ucap Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Adanan Mangopang di Jalan Jawa, Selasa (25/4/2021).

Di pasaran, harga mesin kopi itu per unitnya Rp 20 juta. Perbuatan Keni dilakukan saat kedai kopi itu tutup. Pagarnya di gembok.

Karena sudah spesialis maling, dia tahu kalau rumah kosong pagarnya digembok.

"Iya saya masuk, tahu rumahnya kosong karena pagar digembok dan lampu menyala," ucap Keni.

Keni ditangkap di wilayah Bababakan Ciparay, Kota Bandung, pada Senin 24 Mei 2021. Polisi juga terpaksa menembak kaki Keni karena hendak melawan dan melarikan diri.

"Pencuriannya dilakukan saat hari Lebaran. Dalam kasus ini kami juga mengamankan adiknya, Hermawan," ucap Adanan.

Baca juga: Anggota TNI Diteriaki Maling Lalu Dikeroyok 10 Orang Lebih di Pintu Terminal, Tubuhnya Penuh Luka

Peran Hermawan kata Adanan, dia diduga sebagai penadah karena menerima barang curian dari Keni, kakaknya. Hermawan memposting barang curian itu di Facebook, karena hendak dijual.

"Kami mengembangkan penyelidikan dengan mencari pengunggah posting yang menjual mesin kopi. Selang beberapa hari, pengunggah berhasil ditemui dan diamankan karena menjadi penadah barang curian, yang tak lain bernama Hermawan, adiknya Keni," ucap dia.

Hermawan mengaku, mendapati mesin itu, dari kakaknya. Tapi, dia tidak tahu barangnya hasil curian.

Hermawan berniat menjual sepeda motor kepada Keni. Karena Keni tak ada uang, motor milik Hermawan ditukar dengan mesin kopi tersebut.

Adanan menyebut, Keni sudah tiga kali menjalani proses hukum dengan kasus yang sama. Keni baru bebas awal tahun 2021 setelah ia di vonis 3 tahun penjara karena kibat terbukti melakukan pencurian di sebuh rumah kosong.

Baca juga: Kepergok Maling Motor Warga Saat Tahlilan, Dua Pemuda di Indramayu Babak Belur Diamuk Massa

"Dia residivis. sudah tiga kali pernah mendekam di penjara, dalam kasus yang sama. Dia ini merupakan pelaku spesialis pencurian rumah kosong," kata Kasatreskrim.

Atas perbuatannya, Keni dikenakan pasal 363 KUHPidana dengan ancaman pidana diatas lima tahun bui. Adiknya Hermawan, dikenakan pasal 480 KUHPidana, dengan ancaman pidana diatas lima tahun penjara.

Keni mengaku menyesal melibatkan adiknya dalam aksi pencuriannya. Ia mengaku terpaksa mencuri karena kebutuhan ekonomi. Keni menafkahi empat anak masih kecil dan satu istri. untuk menyambung hidup.

"Keseharian saya jualan barang bekas. Selama pandemi ini, modal saya habis barang tak terjual. Jadi saya nekat mencuri lagi," ucap dia yang berjanji tidak akan mengulangi. Dia kini ditahan di Mapolrestabes Bandung.

Baca juga: Terduga Maling Motor di Kuningan Ketahuan Sembunyi di Pematang Lalu Diamuk Massa, Dua Temannya Kabur

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved