Konflik Palestina Vs Israel
Roket-roket Hamas Palestina 'Jadul' Tapi Sukses Bongkar Kelemahan Iron Dome Israel yang Canggih
Konflik berdarah Israel Palestina Mei 2021 ini telah mengungkap kelemahan sistem pertahanan Israel yang dikenal sebagai Iron Dome atau Kubah Besi.
Penulis: Adi Sasono | Editor: Kisdiantoro
TRIBUNJABAR.ID - Konflik berdarah Israel Palestina Mei 2021 ini telah mengungkap kelemahan sistem pertahanan Israel yang dikenal sebagai Iron Dome atau Kubah Besi.
Tewasnya 10 warga sipil Israel akibat terkena roket Qassam bikinan Hamas adalah bukti nyata Iron Dome yang dikenal canggih pun punya celah.
David Hambling, kontributor masalah pertahanan di Forbes, menyebut secara umum Iron Dome sudah sukses mengurangi dampak serangan roket Brigade Al-Qassam, sayap militer Hammas, di Gaza.
Tetapi, faktanya, banyak pula roket yang berhasil menembus sistem pertahanan Iron Dome yang sudah dikenal efektif itu. Bahkan, roket Hamas itu sudah menewaskan beberapa warga sipil Israel.
Baca juga: Ini Alasan Negara-negara Arab Diam Dalam Konflik Israel dan Palestina, Kata Dosen HI UMY
Dikutip Dailymail, IDF menyebut setidaknya 3.100 roket ditembakkan dari Gaza sejak Senin (11/5/2021). Ini jumlah terbanyak sejak konflik bersenjata Palestina - Israel.
Namun, dari jumlah itu, hanya sekitar 1.000 roket yang bisa dihadang dan ditembak sebelum mencapai sasaran. Sisanya, sebagian besar jatuh mengenai sasaran permukiman sipil dan sisanya meleset.
Akibat serangan roket Hamas itu, 10 warga Israel tewas dan 200 lain luka.
Menurut Hambling, ada kelemahan dalam sistem Iron Dome, yaitu belum diketahui 'titik saturasi' untuk berapa jumlah maksimum roket yang bisa diurus dalam satu waktu.
Namun belum jelas juga, berapa jumlah maksimal roket yang bisa dicegat Iron Dome dalam satu waktu.
Artinya, kapasitas sistem pertahanan Iron Dome akan terlampaui, apabila roket yang ditembakkan dari Gaza terlalu banyak.
Iron Dome adalah sistem pertahanan canggih yang dibangun oleh Rafael Advanced Defence System (RADS) dan mulai digunakan mencegat roket Hammas 10 tahun lalu.
RADS mengklaim sistem itu mampu mencegat lebih dari 2.500 ancaman dengan tingkat keberhasilan di atas 90 persen.
Iron Dome terdiri atas serangkaian radar deteksi dan penjejak yang dioperasikan oleh Pusat Pengendali Senjata dan Manajemen Pertempuran. Sistem ini di tempat tersebar dan menjangkau areal yang luas. Dengan sifatnya yang 'mobile', sistem Iron Dome bisa dipindahkan posisinya begitu dibutuhkan.
Baca juga: INILAH Profil Orang di Balik Invasi Israel ke Palestina, Anggap Ratusan Tewas sebagai Tak Sengaja
Ketika radar mendeteksi beberapa roket datang hingga dari jarak 70 km, sistem Manajemen Pertempuran menentukan apakah setiap proyektil roket itu sebuah ancaman atau tidak.
Jika menganggap itu ancaman, sistem langsung memerintahkan rudal pencegatnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/meriam-howitzer.jpg)