Breaking News:

Ini Alasan Negara-negara Arab Diam Dalam Konflik Israel dan Palestina, Kata Dosen HI UMY

Serangan Israel ke jalur Gaza sejak Ramadan lalu mengakibatkan ratusan warga Palestina meninggal dunia dan ribuan warga luka-luka.

Editor: Tarsisius Sutomonaio
AFP
Asap mengepul dari serangan udara Israel di Kompleks Hanadi di Kota Gaza, yang dikendalikan oleh gerakan Hamas Palestina, pada 11 Mei 2021. 

TRIBUNJABAR.ID- Negara-negara Arab belum melakukan langkah pasti untuk meredamkan konflik Israel dan Palestina.

Serangan Israel ke jalur Gaza sejak Ramadan lalu mengakibatkan ratusan warga Palestina meninggal dunia dan ribuan warga luka-luka.

Sejauh ini, peperangan di Jalur Gaza antara tentara Israel dengan pasukan sayap Hamas Brigade Al Qassam masih terus berlangsung.

Lalu, mengapa negara-negara Arab masih diam di tengah konflik Israel dan Palestina itu?

Dosen Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Ahmad Sahide, mengatakan negara-negara Arab punya ketergantungan sangat tinggi terhadap Amerika Serikat.

Padahal, AS memiliki lobi kuat Yahudi untuk menjaga politik luar negerinya, terutama dalam konflik Israel-Palestina.

Dengan kondisi itu, Palestina pun tidak memiliki dukungan politik dan strategi perjuangan yang kuat seperti Israel.

Baca juga: INILAH Profil Orang di Balik Invasi Israel ke Palestina, Anggap Ratusan Tewas sebagai Tak Sengaja

"Palestina tidak mempunyai strategi perjuangan seperti Yahudi dulu sewaktu awal menggagas untuk mendirikan negara Yahudi (Israel)," kata Suhedi saat dihubungi Kompas.com, Minggu (16/5/2021).

"Orang-orang Yahudi saat itu melakukan penggalangan dana, mendekati negara-negara yang berpengaruh di kancah dunia," katanya.

"Selagi AS menjadi negara superpower dan negara-negara Islam mempunyai ketergantungan yang tinggi terhadap Amerika Serikat, maka Israel akan terus-terusan melakukan aksi brutalnya terhadap warga Palestina," ujarnya.

Menurutnya, mengurangi tingkat ketergantungan pada AS tentu dimulai dengan mengembangkan sains, teknologi, dan ilmu pengetahuan. 

Ia menjelaskan, konflik Israel-Palestina tidak bisa diselesaikan dengan perang dan aksi militer. Sebab, Israel merupakan salah satu negara dengan alat militer terbaik di dunia.

"Terbukti pilihan itu tidak efektif. Kalau pendekatan itu ya jelas kalah dari Israel yang didukung dengan teknologi tinggi. Perlu ada pendekatan lain dalam meresponsnya, soft diplomacy misalnya," ujarnya. (Penulis : Ahmad Naufal Dzulfaroh)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengapa Negara Arab Kini Banyak Diam dalam Konflik Israel-Palestina?"

Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved