Selasa, 5 Mei 2026

Catatan Sejarah Pemicu Konflik Berkepanjangan Antara Israel dan Palestina

Apa sebenarnya latar belakang yang membuat Israel dan Palestina tak juga akur. Hingga kini, peperangan terus terjadi.

Tayang:
Editor: Giri
AFP
Asap mengepul dari serangan udara Israel di Kompleks Hanadi di Kota Gaza, yang dikendalikan oleh gerakan Hamas Palestina, pada 11 Mei 2021. 

TRIBUNJABAR.ID - Apa sebenarnya latar belakang yang membuat Israel dan Palestina tak juga akur.

Hingga kini, peperangan terus terjadi.

Bukan cuma mengakibatkan banyak bangunan rusak, namun  nyawa manusia juga melayang sia-sia.

Nah, Konflik Israel–Palestina tidak lepas dari sejarah yang ada.

Hingga Senin 17 Mei 2021, serangan udara Israel membombardir Jalur Gaza, membuat lebih dari 200 orang tewas dalam seminggu, sebagian besar warga Palestina.

Sebelum fajar, dalam waktu hanya beberapa menit, puluhan serangan Israel membombardir daerah yang dikontrol Hamas itu, menurut pantauan AFP.

Api menerangi langit saat ledakan besar mengguncang kota itu, memicu pemadaman listrik dan merusak ratusan bangunan.

Diketahui, sejarah asal mula perang Israel dan Palestina adalah karena masing-masing pihak ingin mendirikan negara di tanah yang sama.

Mengutip Kompas.com pada 18 Juli 2020, yang diperebutkan Palestina dan Israel adalah wilayah di antara Laut Mediterania dan Sungai Jordan.

Wilayah yang diberi label Israel dalam peta saat ini tersebut juga memiliki Kota Yerusalem yang dianggap suci bagi orang Arab Palestina maupun Yahudi Israel.

Alasan lain kenapa Israel menyerang Palestina adalah konflik sejak awal 1900-an, ketika wilayah yang sebagian besar Arab dan muslim masih menjadi bagian kekaisaran Ottoman.

Setelah Perang Dunia I, Inggris mendapat mandat dari Liga Bangsa-Bangsa untuk membantu mendirikan negara bagi orang-orang Yahudi di wilayah tersebut.

Perintah itu dikenal bernama Mandat Palestina.

Baca juga: Dituding Warganet Blokir Transfer Dana ke Palestina, Bank Indonesia Merespons Begitu

Ratusan ribu orang Yahudi lalu pindah ke daerah itu sebagai gerakan Zionisme, yaitu melarikan diri dari penganiayaan dan mendirikan negara sendiri di tanah yang dianggap sebagai tanah leluhur mereka.

Sejumlah besar orang Yahudi Timur Tengah juga pindah ke Israel, entah untuk menghindari kekerasan anti-Semit atau karena diusir secara paksa.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved