Kucing-kucingan Warnai Penyekatan Pemudik di Indramayu, Terobos Trotoar Hingga Lewat Jalur Tikus
Ribuan pemudik itu bahkan ada yang sampai nekat menaiki trotoar jalan saat diminta putar balik polisi.
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Kucing-kucingan antara pemudik dan polisi terjadi di Pos Pam U-Turn Patrol, Rabu (12/5/2021).
Ribuan pemudik itu bahkan ada yang sampai nekat menaiki trotoar jalan saat diminta putar balik polisi.
Sebagian dari pemudik yang menerobos trotoar bahkan telihat terjatuh karena tingginya trotoar.
Salah seorang pemudik, Riko (33), mengatakan, nekat mudik demi bertemu orang tua di Tegal, Jawa Tengah.
"Tahun kemarin dilarang mudik, masa tahun sekarang juga dilarang, kasian orang tua pengen ketemu," ujar dia.
Sementara itu, penyekatan super ketat terlihat dilakukan jajaran Polres Indramayu di Pos Pam U-Turn Patrol.
Baca juga: Berkah Warga di Jalur Tikus di Indramayu, Berjaga Semalam Bisa Dapat Rp 4-6 Juta dari Pemudik
Agar tidak ada pemudik yang lolos, polisi terlihat juga memblokade Jalur Pantura dan selektif secara satu per satu memeriksa kelengkapan surat pemudik.
Jika pemudik tak bisa menunjukan surat tersebut, tanpa kompromi, para pemudik mesti kembali lagi ke daerah asalnya.
"Yang tak bisa menunjukkan dokumen langsung diputar balikan," ujar Kapolres Indramayu AKBP Hafidh S Herlambang
Hanya saja, para pemudik yang tidak bisa melewati pos penyekatan itu, diketahui kembali hingga sampai di Desa Sumuradem, Kecamatan Sukra.
Baca juga: Para Pemudik Lolos dari Pos Penyekatan Simpang Gamon Kabupaten Subang, Ini Kata Wakapolda Jabar
Di sana, ribuan pemudik mengelabui petugas menggunakan jalur tikus sebagai alternatif.
Jalur tikus itu dimulai dari Desa Sumuradem, Kecamatan Sukra dan keluar di Desa Patrol Baru, Kecamatan Baru, hingga akhirnya dapat kembali ke Jalur Pantura.