MIT Berulah, Empat Warga Tewas di Poso Termasuk Bapak dan Anak Perempuannya, Ini Kata Polisi
Polisi melakukan olah TKP dan mendapat keterangan saksi mengenai keterlibatan MIT dalam serangan ini.
Operasi kelompok ini biasanya menimbulkan korban jiwa, dan mereka juga dilaporkan terlibat dalam bentrokan kelompok Muslim dan Kristen di Maluku pada 1999 hingga 2002.
Pemimpin MIT, Santoso, tewas pada kontak tembak pada 18 Juli 2016.
MIT kini dipimpin Faksi Ali Kalora. Faksi ini merupakan faksi pecahan di kelompok Mujahidin Indonesia Timur.
Faksi ini terdiri dari 16 orang yang kebanyakan di antara mereka adalah bawahan Santoso. Faksi ini dipimpin Ali Kalora dan istrinya, Tini Susantika alias Umi Farel.
Faksi ini merupakan faksi yang sering terlibat kontak tembak dengan Satgas Operasi Tinombala.
Sebelum baku tembak terakhir, sedikitnya ada 10 DPO yang telah berhasil ditangkap atau tewas dalam baku tembak. Mereka adalah Germanto alias Rudi atau Husain, Agus Suryanto Farhan alias Ayun, Udin Malino alias Rambo, Ponda alias Dodo, Bahtusan Magalazi alias Farouk, Sadik Torulmaz alias Abdul Aziz, Thuram Ismali alias Joko, Nuretin Gundogdu alias Abdul Malik (keempatnya dari Uighur), Ahmad Madura, dan Anto alias Tiger atau Yuda.
Pada bulan September hingga November, Andika Eka Putra, Sobron, dan Yono Sayur tewas setelah kontak tembak dengan pasukan gabungan.
Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul BREAKING NEWS; Empat Warga Toraja Tewas Dibantai OTK di Poso, Satu Diantaranya Tragis.