Breaking News:

Kecelakaan di Sumedang

Dua Orang Tewas Akibat Kecelakaan di Sumedang, Sejak Hari Pertama Operasi Ketupat Lodaya 2021

Polisi mencatat dua orang tewas akibat kecelakaan di Sumedang. Sejak hari pertama Operasi Ketupat Lodaya 2021.

Tribun Jabar
Kondisi arus lalu lintas di Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Senin (10/5/2021) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Selama lima hari pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2021, Polres Sumedang mencatat ada dua korban meninggal dunia akibat mengalami kecelakaan lalu lintas.

Kasubag Humas Polres Sumedang, AKP Dedi Juhana mengatakan, selain dua orang meninggal dunia, tiga orang mengalami luka-luka akibat kecelakaan lalu lintas tersebut.

"Sejak 6 Mei hingga 10 Mei 2021 Operasi Ketupat Lodaya, tercatat ada dua orang yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas, dan 3 orang lainnya mengalami luka-luka," ujarnya saat dihubungi, Selasa (11/5/2021).

Namun, kata Dedi, jika dibandingkan jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas yang tercatat selama Operasi Ketupat Lodaya 2020 lalu, jumlahnya mengalami penurunan.

Dedi mengatakan, dalam operasi ketupat 2021 ini,  Polres Sumedang telah menerjunkan sebanyak 815 orang personel yang diterjunkan untuk melaksanakan pengamanan.

Baca juga: Emil Larang Silaturahmi dan Ziarah Kubur Setelah Salat Idulfitri, Pemakaman Ditutup Sampai 16 Mei

"Kami juga telah mendirikan 12 pos penyekatan mudik, 8 Pos Pam , 1 Pos Terpadu, 1 Pos Pelayanan, dan 29 Pos pengaturan lalu lintas," kata Dedi.

Sementara saat melakukan penyekatan pemudik selama larangan mudik diberlakukan, pihaknya telah memeriksa sebanyak 5.045 kendaraan yang melintas di setiap pos penyekatan.

"Dari jumlah yang diperiksa, 518 di antarnya diputar balik, 18 tilang, dan 62 dapat teguran," ucapnya.

Atas hal tersebut, pihaknya mengimbau masyarakat untuk menunda mudik Lebaran pada tahun ini karena kondisi penyebaran Covid-19, hingga saat ini masih belum terkendali.

"Banyak cara untuk bersilaturahmi dengan orang tua, keluarga dan kerabat dengan menggunakan sarana komukasi  yaitu melalui video call," ujar Dedi.

Baca juga: Bukan THR, Pegawai non-ASN Jawa Barat Akan Dapat Honorarium Tambahan Sebesar Satu Kali Gaji

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved