Breaking News:

Tiga Produsen Masker Kain Asal Bandung dan Cimahi Terima Sertifikasi SNI

Tiga produsen masker kain di Jawa Barat mendapat Sertifikasi Produk Penggunaan Tanda Standar Nasional Indonesia ( SPPT SNI )

Istimewa
Tiga produsen masker kain di Jawa Barat mendapat Sertifikasi Produk Penggunaan Tanda Standar Nasional Indonesia (SPPT SNI) dari Badan Standardisasi Nasional (BSN), di Gedung Sate, Selasa (4/5/2021) 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Tiga produsen masker kain di Jawa Barat mendapat Sertifikasi Produk Penggunaan Tanda Standar Nasional Indonesia (SPPT SNI) dari Badan Standardisasi Nasional (BSN), di Gedung Sate, Selasa (4/5/2021). Dari tiga produsen masker kain tersebut, satu di antaranya adalah kategori UMKM.

Deputi Bidang Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian BSN, Zakiyah, menyerahkan SPPT SNI 8914:2020 kepada ketiga perusahaan tersebut, yakni kepada UMKM Babyfynnsass, PT Sansan Saudaratex Jaya, dan PT Tatuis Cahya Internasional.

Ketiga penerima sertifikat tersebut adalah binaan Kantor Layanan Teknis Badan Standardisasi Nasional (KLT BSN) Jabar. KLT BSN Jabar, mendampingi penerapan SNI kepada pelaku usaha untuk meningkatkan daya saing dan nilai tambah produk serta memperluas pasar.

Masker kain merk Babyfynnsass yang diproduksi oleh UMKM Babyfynsass Bandung sudah memproduksi lebih dari 5 juta masker dan memberdayakan 120 orang yang terkena PHK efek pandemi Covid-19 dari Bandung dan sekitarnya. 

Sementara, masker kain yang diproduksi oleh PT Sansan Saudaratex Jaya Cimahi dikenal dengan merk JsM dan yang diproduksi oleh PT Tatuis Cahya Internasional dikenal dengan merek Tatuis. 

Baca juga: Mahasiswa Unpad Ciptakan Masker Kain Dari Sekam Padi, Raih Juara Internasional, Ini Kelebihannya

"Keberhasilan ini patut diapresiasi mengingat upaya penerapan standar sampai mendapatkan sertifikat pastinya melalui proses yang tidak mudah, melalui tahapan pemahaman dan kesadaran, kebijakan pimpinan yang kuat, komitmen seluruh personel dari semua level, penyiapan sistem, dan prosedur yang relevan sesuai dengan kebutuhan, serta implementasi standar yang konsisten," kata Zakiyah.

Penerapan SNI 8914:2020, menurut Zakiyah, sangat penting pada saat sekarang sebagai salah satu upaya pemerintah untuk pencegahan virus Covid-19.

Sesuai SNI 8914:2020, persyaratan mutu masker yang terbuat dari kain tenun dan/atau kain rajut dari berbagai jenis serat, minimal terdiri dari dua lapis kain dan dapat dicuci beberapa kali (washable).

Halaman
12
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved