Breaking News:

Kisah Penjual Masker Kain Tuai Rezeki di Tengah Pandemi

Maraknya razia masker di Kota Bandung menuai rezeki bagi penjual masker dadakan di pinggiran jalan.

Kisah Penjual Masker Kain Tuai Rezeki di Tengah Pandemi
istimewa
Enda Suhanda sedang menjajakan masker kain di pinggiran Jalan Laswi, Manggahang, Kec. Baleendah, Kab Bandung, belum lama ini.

PAGI itu pukul 07.00 jalanan sudah ramai dengan sahutan suara kendaraan. Tak lupa kepulan asap ikut mewarnai udara di senin pagi. Namun Enda Suhanda (37) masih sibuk dengan aktivitasnya menata dan membereskan masker kain yang Ia dapat dari supplyer untuk kemudian Ia jajakan kepada para pembeli.

Pria yang akrab disapa Enda itu mengatakan dirinya biasa mulai berdagang pada pukul 7 pagi hari “Saya biasa buka jam 7, kadang jam 8 kalau belanja masker terlebih dahulu. Biasanya saya berdiam disini sampai jam 4 sore hari terus beres-beres,” kata dia saat menjajakan masker kain di pinggiran Jalan Laswi seberang TB
Kembar Raya Jl. Raya Laswi, Manggahang, Kec. Baleendah, Bandung.

Genap sudah 7 bulan dirinya berjualan masker kain. Enda mengaku dia mulai berjualan masker pada bulan Maret 2020 ketika corona mulai mewabah. Sebelumnya Enda menjalani profesinya  sebagai pedagang juga. Mulai dari susu KPBS Pangalengan selama 14 tahun dilanjut berjualan telur gulung di SMAN 11 Bandung selama 4 tahun.

Pria yang mempunyai 3 orang anak itu mengaku dirinya mulai berjualan masker kain karena lockdown daei pemerintah yang menyebabkan sekolah diliburkan dan dialihkan ke belajar online. Hal ini yang memaksa dia harus banting setir berganti profesi.

“Dulu sebelumnya saya bukan penjual masker, tapi karna corona dan sekolah ditutup jadi saya mikir lagi buat nafkahin keluarga, dan akhirnya saya mutusin buat jualan masker kain ini” ujarnya sembari membereskan dagangan masker kain miliknya.

Enda mengatakan ketika awal pandemi mewabah di Indonesia, pendapatannya bisa mencapai Rp 300.000 sampai Rp 400.000 dalam perharinya. Total masker terjual pun bisa mencapai 50 sampai 70  potong masker dalam satu harinya. Namun dirinya mengaku pada bulan sekarang penjualannya sedikit menurun karena kebanyakan orang sudah mempunyai masker.

Enda mengaku biasanya dia mulai berjualan mulai dari pukul 7 pagi sampai 4 petang. Namun jika dia berbelanja masker kain terlebih dahulu dirinya mulai berjualan pukul 8 pagi. Sebagian besar masker miliknya ia dapatkan dengan berbelanja di Pasar Tegalega Bandung. Namun tak jarang ada beberapa supplyer yang mengantarkan pesanan masker ke tempatnya berjualan.

Dengan modal awal Rp 500. 000, dengan berjualan masker kini bisa membantu untuk menutupi kebutuhan sehari-harinya dengan total tanggungan 4 orang di rumahnya. Harga masker yang Ia tawarkan pun terbilang murah, dimulai dari Rp 5.000 rupiah hingga harga yang paling mahal Rp 7.500.

Harga murah inilah yang menjadi alasan Alin (16) warga masyarakat kelurahan Jelekong berbelanja dagangan masker milik pak Enda.

“Bagus-bagus banget motifnya, terus juga rapih tertata jadi kita leluasa milihnya. Dan yang paling penting harganya murah banget. Ramah di kantong terkhusus aku yang belum punya penghasilan,” ungkapnya.

Meskipun Enda memanfaatkan situasi dan kondisi corona untuk meraup keuntungan dan bertahan hidup, namun dirinya berharap agar wabah virus corona segera selesai agar perekonomian bisa pulih seperti sedia kala.

“Semoga corona cepet selesai lah kang. Soalnya biar semua perekonomian kembali normal. Kasihan sama yang lain, ya meskipun secara tidak langsung saya memanfaatkan corona untuk mendapatkan keuntungan sehari-hari saya,” kata dia.(*)

Penulis: Oktora Veriawan
Editor: Oktora Veriawan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved