Breaking News:

Palsukan Surat Tes Swab Antigen, Tenaga Honorer Kesehatan Ini Raup Jutaan Rupiah, Begini Modusnya

Polres Cianjur berhasil ungkap pemalsuan surat tes swab antigen yang dilakukan oleh oknum tenaga honorer Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur

Polres Cianjur berhasil ungkap pemalsuan surat tes swab antigen yang dilakukan oleh oknum tenaga honorer Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur 

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Polres Cianjur berhasil mengamankan JA alias Ibong, tersangka pemalsuan surat tes swab antigen dengan kop Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur tanpa melalui prosedur yang benar.

JA merupakan pegawai honorer di salah satu instansi kesehatan di Kabupaten Cianjur.

Kapolres Cianjur AKBP Mochamad Rifai, SIK M Krim mengatakan, kronologi penangkapan bermula dari adanya pemberitahuan pada media online perihal adanya dugaan pembuatan surat hasil pemeriksaan swab antigen oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur tanpa melalui tes swab.

Baca juga: Ada Swab PCR Terjangkau di Klinik Unpad, Hasil Tes Cepat, Ini Inovasi yang Digunakan

Surat ditemukan saat digunakan oleh sopir travel gelap, MR.

"MR yang bekerja sebagai sopir travel gelap saat itu mendapatkan surat tes swab antigen itu dari tersangka. Surat itu digunakan untuk dipakai keluar kota dari Kabupaten Cianjur," kata Kapolres saat melaksanakan konferensi pers, Selasa, (4/5/2021).

Surat itu dibuat oleh JA dengan mencetaknya menggunakan kop instansi kesehatan atas nama orang lain, dengan jumlah keseluruhan kurang lebih 100 lembar surat sejak 1 februari 2021.

Baca juga: Jamin Tak Ada Penggunaan Alat Tes Covid-19 Bekas, Bandara Husein Sastranegara Selalu Lakukan Hal Ini

"Tersangka mengakui surat keterangan hasil tes swab antigen itu palsu. Ia dibantu oleh A yang merupakan pegawai tidak tetap di salah satu instansi kesehatan di Kabupaten Cianjur, selain itu A juga memberikan  stempel dari instansi tersebut kepada JA, dimana stempel tersebut digunakan untuk menstempel surat swab antigen tersebut," katanya.

Selain menangkap tersangka, petugas juga menyita sejumlah surat bebas covid-19 palsu, sejumlah handphone, beserta seperangkat komputer dan printer.

Dari pembuatan surat tersebut JA mendapatkan uang keseluruhan sebesar Rp 3.000.000.

Tersangka dijerat Pasal 263 KUHP dan Pasal 268 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama – lamanya 6 tahun.

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Siti Fatimah
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved