Breaking News:

Jual Miras Saat Ramadan, 3 Depot Jamu Tradisional di Sumedang Terjaring Razia Satpol PP

Tiga depot jamu tradisional di Kabupaten Sumedang kedapatan menjual minuman keras (miras) saat bulan Ramadan ketika razia Satpol PP

Istimewa
Petugas Satpol PP Kabupaten Sumedang saat merazia miras di toko jamu tradisional, Sabtu (1/5/2021) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG- Tiga depot jamu tradisional di Kabupaten Sumedang kedapatan menjual minuman keras (miras) saat bulan Ramadan ketika razia petugas Satuan Polisi Pamong Praja ( Satpol PP ), Sabtu (2/5/2021) malam.

Ketiga depot jamu tersebut adalah milik CS yang berada di Jalan Prabu Gajah Agung, depot jamu milik ES di Perempatan Nalegong, dan depot jamu milik AR di depan Terminal Tipe A Ciakar.

Kepala Bidang Penegakan Perundang-Undangan Daerah (PPUD) Satpol PP Kabupaten Sumedang, Yan Mahal Rizzal, mengatakan, ketiga depot jamu tersebut dirazia karena pemiliknya melanggar dua Peraturan Daerah (Perda).

"Untuk ketiga pemilik depot jamu melanggar Perda Kabupaten Sumedang Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Pelarangan Peredaran Minuman Beralkohol dan Perda Kabupaten Sumedang Nomor 7 Tahun 2014 Tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat," ujarnya saat dihubungi Tribun Jabar, Minggu (2/5/2021).

Satpol PP, kata Rizzal, telah memberikan peringatan tertulis dan sanksi administrasi serta memanggil pemilik ketiga depot jamu itu untuk dimintai keterangan oleh PPNS Satpol PP Sumedang.

Baca juga: Menjelang Lebaran, Polisi Antisipasi Penimbunan Sembako di Sumedang

Selain itu, Satpol PP menyita barang bukti sebanyak 23 botol miras berbagai merk dan nantinya barang bukti tersebut akan langsung dimusnahkan.

"Dari tiga lokasi ini barang buktinya hanya sedikit, jadi kami hanya memberikan peringatan," kata Rizzal.

Atas hal itu, kata dia, pihaknya belum bisa untuk memberikan sanksi berat seperti sanksi tindak pidana ringan (tipiring) terhadap tiga pemilik depot jamu tersebut.

"Kalau untuk tipiring belum kami tindak lanjuti, kami melakukan dulu pembinaan, walupun sebetulnya bisa diberikan sanksi tipiring itu sendiri," ucapnya.

Satpol PP mengimbau para pemilik depot jamu agar tak menjual miras karena di daerah Kabupaten Sumedang ada Perda tentang larangan menjual miras. "Jadi berjualan saja jamu tradisional sesuai dengan izin usahanya," kata Rizzal.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved