Breaking News:

KKB Papua Jadi Teroris

Penyebutan Teroris untuk KKB, Masyarakat Diminta Tak Khawatir, Beraktivitas Seperti Biasa

Penyebutan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua sebagai teroris menimbulkan berbagai reaksi.

Editor: Hermawan Aksan
Tribun Jabar/andri m dani
Suasana pemakaman Prada (anumerta) Ginanjar Arianda di Taman Makam Pahlawan “Kusuma Bangsa” Jl Dr Husen Kartasasmita Kota Banjar, Rabu (17/2) siang. Anggota Yonif 406/Candra Kusuma Brigif 4 /Banteng Raider Kodam IV Diponegoro tersebut gugur dalam kontak tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Penyebutan KKB di Papua sebagai teroris menimbulkan berbagai reaksi, tapi Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP) Jaleswari Pramodhawardani meminta masyarakat untuk tak khawatir. 

TRIBUNJABAR.ID - Penyebutan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua sebagai teroris menimbulkan berbagai reaksi.

Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP) Jaleswari Pramodhawardani meminta masyarakat untuk tak khawatir.

Jaleswari mengatakan, keputusan itu sudah melalui pertimbangan yang matang.

"Diambil dengan pertimbangan yang matang, dengan memperhatikan masukan dan analisis dari berbagai pihak, baik di dalam maupun di luar pemerintah," kata Jaleswari melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (30/4/2021).

 

Berdasarkan data Gugus Tugas Papua PPKK Fisipol UGM, selama 2010-2020 terdapat 118 kasus kekerasan yang pelakunya merupakan KKB.

Kemudian, korban jiwa dari kasus kekerasan mencapai 356 orang, terdiri dari 93 persen masyarakat sipil dan TNI-Polri. Sisanya merupakan anggota KKB.

Menurut Jaleswari, penyebutan organisasi/individu teroris di Papua ini secara limitatif hanya dilekatkan pada organisasi atau orang yang melakukan perbuatan serta motif sebagaimana didefinisikan dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

"Antara lain perbuatan kekerasan, menimbulkan teror, perusakan fasilitas publik, dan dilakukan dengan motif politik dan gangguan keamanan," tutur dia.

Baca juga: KKB Papua Resmi Jadi Organisasi Teroris, Densus 88 Antiteror Akan Ikut Memburu

Baca juga: KKB Dilabeli Teroris, Pemerintah Provinsi Papua Minta Pemerintah Pusat Lakukan Kajian Komprehensif

Penyebutan KKB sebagai organisasi/individu teroris dimaksudkan untuk mengefektifkan penegakan hukum yang dilakukan pemerintah terhadap KKB.

Kendati demikian, Jaleswari menyebut, pemerintah akan memastikan tindakan penegakan hukum yang dilakukan aparat tidak eksesif dan berdampak negatif pada masyarakat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved