Headline Tribun Jabar Hari Ini, Ribuan Santri Tetap Mudik, Larangan Mudik Dikeluarkan Menteri Agama
Headline Tribun Jabar Hari Ini menyajikan soal larangan mudik buat santri. Larangan mudik yang secara resmi telah dikeluarkan Menteri Agama
"Kami meminta dengan sangat hormat kepada para pengasuh, santri maupun orang tua santri untuk bisa memahami aturan ini demi menjaga keselamatan jiwa kita bersama dari ancaman paparan virus Covid-19," ujar Yaqut, Rabu (28/4).
Yaqut mengakui kebijakan larangan mudik ini tidak mudah diterima oleh kalangan pesantren. Apalagi rata-rata ponpes memang telah mengakhiri masa pembelajarannya menjelang Idulfitri.
Namun, menurut Yaqut, potensi melambungnya kembali kasus Covid-19 di Indonesia sangat tinggi pada saat Lebaran.
”Hukum mudik adalah sunah, sementara menjaga kesehatan diri, keluarga dan lingkungan adalah wajib. Untuk itu peniadaan mudik ini adalah upaya pemerintah dalam melindungi warga dari Covid-19,” kata Yaqut.
Bisa Pulang
Hal senada dikatakan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum. Namun, kata Panglima Santri ini, para santri bisa tetap pulang ke kampung halamannya di luar tanggal terlarang mudik, yakni 6 Mei hingga 17 Mei.
“Jadi santri yang mau pulang silakan sebelum tanggal 6 Mei, tapi sertakan surat keterangan bebas Covid-19," ujarnya.
Namun, ia mengingatkan agar pesantren memberlakukan persyaratan khusus sebelum memulangkan santrinya.
"Kiai tinggal memilah dan memilih waktunya, kemudian menetapkan kebijakannya," kata Uu.
Realistis
Pimpinan Pondok Pesantren (Pontren) As Sunnah Kota Tasikmalaya, Ustaz Maman Suratman, mengatakan larangan pemerintah agar santri tidak mudik adalah kebijakan yang tepat. "Bagi kami larangan itu realistis. Pemerintah tidak mau mengambil risiko terjadi paparan jika para santri mudik," kata Maman, Rabu (28/4) sore.
Namun begitu, Maman berharap pemerintah memberikan sosialisasi yang gamblang terkait pelarangan mudik bagi para santri. "Hal itu sangat penting agar tidak terjadi sikap negatif thinking dari masyarakat dan lingkungan pontren sendiri,"ujarnya.
Ia mengatakan, jumlah santri yang mondok saat ini di pesantren yang diasuhnya hanya sekitar 400 orang. "Itu adalah 20 persen dari total santri As Sunnah. Sebanyak 1.600 santri lainnya sejak pandemi sudah dipulangkan sementara," kata Maman. (andri m dani/handhika rahman/ahmad imam baehaqi/firman suryaman)
Headline Tribun Jabar Hari Ini bisa dilihat di sini.
VIDEO PILIHAN TRIBUN JABAR
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/jajaran-polres-banjar-mengimbau-kepada-masyarakat-agar-mematuhi-protokol-kesehatan.jpg)