Headline Tribun Jabar Hari Ini, Ribuan Santri Tetap Mudik, Larangan Mudik Dikeluarkan Menteri Agama
Headline Tribun Jabar Hari Ini menyajikan soal larangan mudik buat santri. Larangan mudik yang secara resmi telah dikeluarkan Menteri Agama
Headline Tribun Jabar Hari Ini menyajikan soal larangan mudik buat santri.
Ikuti Headline Tribun Jabar Hari Ini selengkapnya di bawah ini.
//
CIAMIS, TRIBUN – Larangan mudik yang secara resmi telah dikeluarkan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, untuk para santri, ternyata tidak berpengaruh apa-apa di Pondok Pesantren Darussalam, Kabupaten Ciamis. Ponpes Darussalam berencana tetap memulangkan ribuan santrinya sesuai dengan rencana.
“Santri Darussalam tetap pulang mudik sesuai jadwal semula. Tentunya dengan memenuhi ketentuan protokol kesehatan,” ujar Dr KH Fadlil Yani Ainussyamsi M.Ag, pengasuh Pondok Pesantren Darussalam, kepada Tribun Jabar, Rabu (28/4).
Kang Icep, begitu KH Fadlil Yani Ainussyamsi biasa disapa, mengatakan ketentuan tentang larangan mudik dari pemerintah ini berubah-ubah, terutama menyangkut jadwal. Kondisi ini, ujar Kang Icep, jelas membingungkan bagi kalangan pesantren, terutama yang mudik para santrinya sudah terjadwal sejak jauh hari.
Acep mengatakan, ada 1.672 orang santri Pondok Pesantren Darussalam yang akan pulang mudik menjelang Lebaran tahun ini.
Baca juga: BERITA Terpopuler Bandung Raya, Oded Minta Warga Bandung Tak Mudik | Tak Ada Dispensasi untuk Santri
“Seminggu lalu santri-santri asal luar Jawa sudah pulang mudik. Umumnya naik pesawat, mereka diantar ke bandara,” katanya,
Santri asal luar Jawa yang sudah pulang mudik ini ada 15 orang. Ada yang ke Kalimantan, Lampung, Bengkulu, dan beberapa daerah lainnya.
Pada 1 Mei nanti, kata Icep, giliran santri asal Jabodetabek dan luar Jabar yang pulang mudik. Icep mengatakan, para santri asal Jabodetabek ini pulang mudik dengan menggunakan mobil yang mereka sewa khusus.
“Kami minta mobilnya disterilisasi. Di Jabodetabek santrinya diturunkan di suatu tempat yang sudah disepakati dan dijemput orang tua masing-masing dengan kendaraan yang juga sudah memenuhi ketentuan protokol kesehatan,” ujar Icep, yang juga Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orda Kabupaten Ciamis periode 2021-2026 tersebut.
Pada tanggal 2 Mei, kata Icep, giliran santri asal berbagai daerah di Jabar termasuk asal Ciamis yang pulang mudik. Para santri yang pulang mudik ini dilengkapi surat dari pesantren, surat dari Gugus Tugas Internal Relawan Mujahid Covid (GTI-RMC) Darussalam, dan hasil test swab atau hasil rapid test antigen.
Di internal Pesantren Darusssalam sendiri, kata Icep, protokol kesehatan selalu diterapkan dengan pemantauan oleh GTI-RMC tersebut.
“Setelah aturan protokol kesehatan dipenuhi, sungguh keterlaluan kalau santri yang pulang mudik dipulangkan lagi. Mudah-mudahan santri kami lancar perjalanannya ke kampung asal, bersilaturahmi dengan keluarga masing-masing,” ujarnya.
Sunnah
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menegaskan pemerintah tidak akan memberikan dispensasi khusus kepada santri dalam kebijakan pelarangan mudik Lebaran tahun ini. Langkah ini dilakukan demi terjaganya keselamatan jiwa bersama dari bahaya dan ancaman Covid-19.
"Kami meminta dengan sangat hormat kepada para pengasuh, santri maupun orang tua santri untuk bisa memahami aturan ini demi menjaga keselamatan jiwa kita bersama dari ancaman paparan virus Covid-19," ujar Yaqut, Rabu (28/4).
Yaqut mengakui kebijakan larangan mudik ini tidak mudah diterima oleh kalangan pesantren. Apalagi rata-rata ponpes memang telah mengakhiri masa pembelajarannya menjelang Idulfitri.
Namun, menurut Yaqut, potensi melambungnya kembali kasus Covid-19 di Indonesia sangat tinggi pada saat Lebaran.
”Hukum mudik adalah sunah, sementara menjaga kesehatan diri, keluarga dan lingkungan adalah wajib. Untuk itu peniadaan mudik ini adalah upaya pemerintah dalam melindungi warga dari Covid-19,” kata Yaqut.
Bisa Pulang
Hal senada dikatakan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum. Namun, kata Panglima Santri ini, para santri bisa tetap pulang ke kampung halamannya di luar tanggal terlarang mudik, yakni 6 Mei hingga 17 Mei.
“Jadi santri yang mau pulang silakan sebelum tanggal 6 Mei, tapi sertakan surat keterangan bebas Covid-19," ujarnya.
Namun, ia mengingatkan agar pesantren memberlakukan persyaratan khusus sebelum memulangkan santrinya.
"Kiai tinggal memilah dan memilih waktunya, kemudian menetapkan kebijakannya," kata Uu.
Realistis
Pimpinan Pondok Pesantren (Pontren) As Sunnah Kota Tasikmalaya, Ustaz Maman Suratman, mengatakan larangan pemerintah agar santri tidak mudik adalah kebijakan yang tepat. "Bagi kami larangan itu realistis. Pemerintah tidak mau mengambil risiko terjadi paparan jika para santri mudik," kata Maman, Rabu (28/4) sore.
Namun begitu, Maman berharap pemerintah memberikan sosialisasi yang gamblang terkait pelarangan mudik bagi para santri. "Hal itu sangat penting agar tidak terjadi sikap negatif thinking dari masyarakat dan lingkungan pontren sendiri,"ujarnya.
Ia mengatakan, jumlah santri yang mondok saat ini di pesantren yang diasuhnya hanya sekitar 400 orang. "Itu adalah 20 persen dari total santri As Sunnah. Sebanyak 1.600 santri lainnya sejak pandemi sudah dipulangkan sementara," kata Maman. (andri m dani/handhika rahman/ahmad imam baehaqi/firman suryaman)
Headline Tribun Jabar Hari Ini bisa dilihat di sini.
VIDEO PILIHAN TRIBUN JABAR
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/jajaran-polres-banjar-mengimbau-kepada-masyarakat-agar-mematuhi-protokol-kesehatan.jpg)