Kamis, 4 Juni 2026

Kemenko Perekonomian Siapkan Pemberdayaan Ekonomi Pascapandemi Covid-19

Pemerintah akan membantu pemberdayaan ekonomi melalui program terukur, termasuk pada pesantren yang potensi ekonominya besar, pascapandemi Covid-19.

Tayang:
Editor: Adi Sasono
MadeinIndonesia.com
Webinar bertema “Pesantren Goes Digital: One Pesantren One Product” yang diselenggarakan MadeinIndonesia.com Selasa, 27 April 2021. 

TRIBUNJABAR.ID, BOGOR – Pemerintah akan terus membantu pemberdayaan ekonomi melalui program yang terukur, termasuk pada pesantren yang potensi ekonominya sangat besar, khususnya pascapandemi Covid-19.

Hal ini disampaikan Asisten Deputi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Kewirausahaan di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Chairul Saleh dalam sebuah webinar.

“Tentu kami akan tetap melaksanakan program pemberdayaan pesantren sesuai dengan hasil rapat koordinasi yang terakhir,” Chairul mengatakan hal itu dalam Webinar bertema “Pesantren Goes Digital: One Pesantren One Product” yang diselenggarakan MadeinIndonesia.com, Selasa (27/4/2021).

Chairul menambahkan justru Kemenko Perekonomian telah menyiapkan pembiayaan Syariah dan untuk itu jangkauannya akan lebih luas. “Bukan cuma pesantren, tetapi juga menjangkau ke komunitas lain seperti ormas [organisasi massa],” katanya.

Selama ini, Chairul menambahkan, pesantren lebih dikenal sebagai Lembaga yang fokus mengajarkan pendidikan agama tanpa dibekali pengetahuan dan keterampilan yang memadai di bidang kewirausahaan.

Dengan makin banyaknya pelatihan kewirausahaan untuk pesantren, diharapkan bisa memberi bekal kepada para santri untuk membangun ekonomi pesantren, katanya.

Mengutip studi dari Global Enterpreneurship Monitor (GEM) 2019, Chairul mengatakan, dari 1.388 pelaku UKM hanya 10.7% yang pernah memperoleh dukungan pelatihan, pendampingan, inkubasi dan dukungan teknis.

Sementara itu, menurut studi British Council di tahun yang sama, 30% pelaku usaha memperoleh pelatihan, 15% mendapatkan fasilitas inkubasi dan selebihnya, 55% membangun usaha dengan biaya pribadi.

Roni Pramaditia, ketua Medco Foundation, mengatakan pemberdayaan ekonomi pesantren bisa mengikuti pola circular economy, di mana kegiatan ekonomi dan pemanfaatan produk ekonomi bisa dilaksanakan di sebuah daerah tertentu.

Dia mencontohkan program circular economy yang diterapkan Medco Foundation di daerah yang relatif terpencil seperti Merauke, Papua. Menurut Roni, masyarakat di Merauke diajari

untuk memanfaatkan sumberdaya di sana yang bisa menghasilkan tenaga listrik terbarukan dan menggarap pertanian dan pertanian.

Hasil pertanian dan peternakan bisa diserap dan dimanfaatkan masyarakat lokal. “Semua hasilnya bisa dimanfaatkan bahkan sampai sampah [waste] yang dijadikan pupuk,” kata Roni.

“Kita perlu memikirkan bagaimana circular economy ini bisa diterapkan ke daerah lain,” tambahnya.

Menurutnya, Medco Foundation sudah menyelenggarakan pelatihan untuk beberapa pesantren di Jawa Barat dan dihubungkan dengan pemodal ventura lokal sebagai sumber pendanaan. Selanjutnya, Medco

Foundation akan melakukan pendampingan terhadap pesantren-pesantren tersebut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved