Sering Diolah Jadi Menu Buka Puasa, Berikut adalah 7 Manfaat Kolang-kaling untuk Kesehatan Tubuh

Kolang-kaling sering jadi menu berbuka puasa dan selalu berada di menu kolak, hingga es campur.

Editor: Yongky Yulius
Sajiansedap
Kolang-kaling sering jadi menu berbuka puasa dan selalu berada di menu kolak, hingga es campur. 

TRIBUNJABAR.ID - Kolang-kaling sering jadi menu berbuka puasa dan selalu berada di menu kolak, hingga es campur.

Tak hanya itu menu olahan kolang-kaling lainnya selama bulan Ramadhan. Kolang-kaling juga bisa diolah jadi penganan lain.

Rasanya yang enak dan menyegarkan, kolang-kaling sangat cocok menjadi menu berbuka puasa.

Selain dijadikan menu berbuka puasa, ternyata kolang-kaling memiliki beragam manfaat bagi tubuh.

Terutama dikonsumsi ketika sahur dan berbuka puasa. Lalu, apa saja manfaat kolang-kaling bagi tubuh?

Berikut penjelasannya yang dikutip Tribunjabar.id dari berbagai sumber. 

Baca juga: Resep Bubur Sumsum Gula Merah untuk Buka Puasa Ramadan 1442 H, Begini Tips Agar Teksturnya Lembut

1. Menghidrasi tubuh

Kolang-kaling memiliki kandungan kadar air relatif tinggi. Kolang-kaling juga mengandung vitamin dan berbagai mineral di dalamnya.

Sehingga dengan kandungannya tersebut, kolang-kaling mampu membantu menghidrasi tubuh.

Terlebih lagi saat menjalankan ibadah puasa, tubuh akan banyak kekurangan cairan.

Konsumsi kolang-kaling saat berbuka maupun saat sahur dapat menghidrasi tubuh kembali.

2. Melancarkan sistem pencernaan

Kolang-kaling dapat membantu melancarkan sistem pencernaan.

Sekitar 100 gram kolang-kaling mengandung 1,6 gram serat kasar alias serat tidak larut.

Serat tidak larut merupakan jenis serat yang mendukung pergerakan sistem pencernaan dan meningkatkan masa feses.

Serat tidak larut ini tak bisa larut dalam cairan, sehingga bermanfaat untuk mengatasi sembelit alias konstipasi.

Kolang-kaling juga memiliki kandungan senyawa galactomannan yang dipercaya dapat memengaruhi kadar serat pangan.

Serat pangan memiliki manfaat bagi kesehatan pencernaan, juga dapat mengurangi risiko penyakit hati, stroke, hipertensi, diabetes, hingga obesitas. 

Baca juga: Demi Kolang-kaling, Odang Rela Blusukan Masuk ke Hutan Cadas Pangeran Setiap Hari selama Ramadan

3. Mencegah tulang keropos

Kolang-kaling memiliki kandungan kalsium dan fosfor yang dapat membantu mencegah penurunan kepadatan tulang.

Terutama pada wanita yang mengalami menopouse. Mereka lebih rentan untuk kehilangan kepadatan dan jaringan tulang.

Hal tersebut disebabkan karena penurunan hormon estrogen secara drastis.

Untuk itu, wanita yang sedang mengalami menopouse sebaiknya banyak mengonsumsi kolang-kaling.

Dalam 100 gram kolang-kaling mengandung sekitar 91 kalsium dan 243 fosfor, sehingga baik untuk kesehatan tulang.

4. Mencegah penuaan dini

Senyawa galactomannan yang terkandung dalam kolang-kaling merupakan sejenis gula polisakarida, dipercaya memiliki khasiat antipenuaan.

Senyawa galactomannan mampu menghambat tirosinase lebih dari 50 persen.

Tirosinase merupakan senyawa yang menyebabkan munculnya bintik-bintik hitam.

Senyawa galactomannan juga diketahui mampu melawan radikal bebas yang memicu penuaan dini. 

5. Mencegah risiko anemia

Kolang kaling mengandung zat besi yang mampu memasok oksigen ke seluruh tubuh.

Zat besi juga bekerja sebagai komponen dari hemoglobin yang berfungsi melancarkan sirkulasi darah.

Sehingga kolang-kaling mampu memenuhi kebutuhan zat besi sehingga terhindar dari risiko anemia.

Baca juga: Rumit dan Makan Waktu, Ini Proses Mengolah Kolang Kaling Dari Buah Aren

6. Menjaga metabolisme tubuh

Kolang-kaling mengandung zat besi, kalsium, dan kalium yang dapat membantu proses metabolisme sel dalam tubuh.

Kolang-kaling dapat membantu menormalkan metabolisme tubuh jika dikonsumsi setiap hari.

Tak hanya itu, tubuh akan lebih mudah mendapatkan pasokan energi dan stamina.

Terumata jika dikonsumsi saar bulan Ramadhan, baik saat berbuka maupun saat sahur, agar menjaga pasokan energi dalam tubuh selama bulan Ramadhan. 

7. Menurunkan berat badan

Bagi kamu yang sedang diet, kolang-kaling sangat cocok untuk dijadikan menu makanan.

Kolang-kaling mengandung karbohidrat, juga mengandung gelatin yang cukup tinggi.

Kandungan gelatin dalam kolang-kaling mampu bekerja untuk menekan nafsu makan berlebihan.

Sehingga mengkonsumsi kolang-kaling dapat merasa kenyang lebih lama.

Meski begitu, perlu diingat juga, manfaat kolang-kaling diatas akan dapat dirasakan bila diolah dengan baik.

Hindari konsumsi kolang-kaling secara berlebihan, terutama ketika diolah menjadi manisan atau sup buah yang terlalu manis.

Hal tersebut dapat menyebabkan risiko lebih tinggi mengalami obesitas dan berbagai penyakit kronis lainnya.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved