Breaking News:

Longsor di Pangalengan

Pj Bupati Bandung: Longsor di Pangalengan Bukan Karena Alih Fungsi Lahan

Longsor di PLTA Plengan, Desa Pulosari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menjadi perhatian serius Pemkab Bandung.

Istimewa
Lokasi longsor di PLTA Plengan, Desa Pulosari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menjadi perhatian serius Pemkab Bandung, Rabu (21/4/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Longsor di PLTA Plengan, Desa Pulosari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menjadi perhatian serius Pemkab Bandung. Kejadian tersebut memang tak menimbulkan korban jiwa.

PJ Bupati Bandung, Dedi Taufik, beserta jajarannya langsung meninjau ke lokasi longsor yang tingginya sekitar 100 meter dan lebarnya 45 meter itu, Rabu (21/4/2021).

Dedi mengatakan lokasi longsor di PLTA Plengan itu adalah objek vital pembangkit listrik tenaga air yang bersumber dari Situ Cileunca

"Di Bandung ini PLTA yang bersumber dari Situ Cileunca ini Plengan, Lamajan, dan Cikalong. Ini memberikan suplai energi untuk wilayah Bandung dan sekitarnya," ujar Dedi Taufik.

Ia berharap kejadian serupa tak akan terjadi lagi. "Harus mengantisipasi ke depan, jangka pendek dan jangka panjangnya. Sekarang sedang penanganan di lokasi supaya di sekitar bisa difungsikan," kata Dedi Taufik.

Baca juga: FAKTA-fakta Longsor Pangalengan, Mobil Terkubur, Jalan & Jembatan Tertimbun, Waspadai Banjir Bandang

Baca juga: Usai Longsor di Pangalengan, Ada Potensi Longsor Susulan dan Potensi Banjir Bandang, Ini Sebabnya

Dedi mengatakan, pembangkit listriknya tidak terhentikan akibat adanya longsor tersebut.

"Bisa berfungsi cuma ke depan kita harus antisipasi, secara keseluruhan. Dari mulai sumbernya sampai ke saluran, harus diantisipasi, terutama saat ada cuaca ekstrem," kata Dedi Taufik.

Ia berencana segera menggelar pertemuan dengan sejumlah pihak untuk membahas masalah itu.

"Beberapa hari ke depan saya akan rapat secara keseluruhan baik di provinsi, kabupaten, dan Indonesia Power, bagaimana maintenance ke depan harus sama-sama dilakukan," katanya.

Ia menduga longsor beberapa hari lalu itu dipicu curah hujan yang tinggi.

"Saya dengar ada flow yang overload, ada aliran terjadi rembesan. Nanti kita duduk sama-sama, evaluasi bersama permasalahannya apa, itu yang akan diselesaikan nanti," katanya.

Menurutnya, untuk sementara, penyebab longsor tidak berkaitan dengan alih fungsi lahan di wilayah itu. "Ini lahannya Indonesia Power, nanti akan evaluasi bersama," ucap Dedi Taufik.

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved