Breaking News:

Warung Makan yang Buka Siang Hari Selama Ramadan di Sumedang Tak Akan Dapat Sanksi, Ini Alasannya

Satpol PP hanya memberikan edukasi bagi para pemilik warung makan tersebut, supaya bisa tetap menghargai orang yang berpuasa.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Seli Andina Miranti
Istimewa
ILUSTRASI -Warung makan 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumedang tidak akan memberikan sanksi tegas bagi pemilik warung makan yang buka siang hari selama bulan Ramadan.

Hal tersebut karena tidak ada larangan resmi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Sumedang, sehingga anggota Satpol PP tidak bisa memberikan sanksi begitu saja bagi pemilik warung tersebut.

Sekretaris Satpol PP Kabupaten Sumedang, Deni Hanafiah, mengatakan, pihaknya hanya memberikan edukasi bagi para pemilik warung makan tersebut, supaya bisa tetap menghargai orang yang berpuasa.

"Misalnya kalau buka saat siang hari, warungnya ditutup pakai tirai, jangan terbuka seperti biasa," ujarnya saat ditemui di Graha Insun Medal (GIM), Selasa (20/4/2021).

Atas hal tersebut pihaknya tidak melarang warung makan buka saat siang hari selama bulan Ramadan tahun ini, asalkan warungnya tidak terlalu terbuka.

"Buka saat siang hari gak masalah, karena kita tidak tahu ada yang musafir dan sebagainya. Jadi kalau dilarang (buka) kita belum sampai kesana," kata Deni.

Baca juga: Niat dan Tata Cara Salat Tarawih Sendirian atau Berjamaah, Lengkap serta Surat-surat Pendek Al Quran

Namun, pihaknya memastikan tetap akan memberikan sanksi tegas apabila warung makan yang buka saat siang hari tersebut melanggar protokol kesehatan, terutama terkait pengunjung yang melebihi kapasitas.

Sanksi bagi pemilik warung makan yang melanggar protokol kesehatan akan diberikan sesuai peraturan bupati (perbup) yakni sanksi denda administratif.

"Kita juga akan bubarkan jika terjadi kerumunan dan sebagianya, apalagi saat bulan Ramadan," kata Deni.

Menurut Deni, sanksi tersebut masih akan diterapkam karena hingga saat ini daerah Kabupaten Sumedang masih melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Mikro.

"Sesuai peraturan bupati, pengunjung rumah makan tetap masih 50 persen dari kapasitas," ucapnya.

Baca juga: Kecelakaan Maut di Cianjur - Cerita Warga Soal Tanjakan Maut Kebograng, Tempat Kerbau Hitam Mandi

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved