Asyiknya Ngabuburit di Alun-alun Sumedang Sambil Mengenal Ular, Biawak, Iguana, dan Kadal
Sejumlah remaja dari Komunitas Pecinta Hewan Reptil setiap sore atau waktu ngabuburit saat bulan Ramadan berkumpul di Alun-alun Sumedang.
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Giri
Laporan Wartawan TribunJabar.id, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Sejumlah remaja dari Komunitas Pecinta Hewan Reptil di Kabupaten Sumedang setiap sore atau waktu ngabuburit saat bulan Ramadan berkumpul di Alun-alun Sumedang.
Mereka membawa reptil peliharaannya.
Hewan reptil seperti ular, biawak, kadal, dan iguana itu langsung menarik perhatian sejumlah pengunjung Alun-alun Sumedang, terutama anak-anak yang datang bersama orang tuanya.
Mereka tampak antusias mendekati hewan tersebut tanpa ada rasa takut sama sekali.
Bahkan mereka juga berani memegang atau memainkan ular, kemudian momen itu diabadikan melalui ponselnya masing-masing.
Mereka pun akhinya bisa mengenal lebih jauh tentang hewan yang biasanya sangat menakutkan bagi sebagian masyarakat itu.
Pasalnya, sejumlah remaja dari komunitas pencinta reptil Sumedang ini dengan senang hati memberikan edukasi kepada masyarakat yang ingin mengetahui banyak tentang reptil.
"Kebanyakan yang kami bawa hewan yang jinak, buat mengedukasi kepada masyarakat," ujar pencinta reptil Sumedang, Andri Reginaldi (23), di Alun-alun Sumedang, Minggu (18/4/2021).
Baca juga: BNN Amankan Sabu-sabu 89 Kilogram, Satu Pelaku Tewas Saat Pengadangan di Pelabuhan Bajoe
Baca juga: Cara Cek Penerima BLT UMKM Rp 1,2 Juta, Log In di eform.bri.co.id/bpum
Ia mengatakan, tujuan dibawanya reptil ini ke Alun-alun Sumedang agar masyarakat yang tengah ngabuburit bisa lebih mengenal bagaimana manfaat dan bahayanya hewan tersebut.
Reptil yang dipamerkan ke masyarakat ini, kata dia, dipastikan aman karena sudah jinak dan sudah diberi makan sebelum dibawa ke alun-alun.
"Itu supaya tidak menyerang manusia," katanya.
Andri mengatakan, Komunitas Pecinta Reptil Sumedang memang berkumpul di Alun-alun Sumedang sambil membawa reptil peliharaannya masing-masing setiap sore.
Hal itu dilakukan untuk ngabuburit sambil bersilaturahmi dengan anggotanya yang lain.
"Ngabuburit bareng reptil ini dilakukan setiap bulan Ramadan. Tahun ini menjadi ngabuburit jilid 2, kecuali tahun lalu karena coronanya parah," ucap Andri.
Dia berharap dengan adanya edukasi ini tidak membuat masyarakat takut terhadap reptil dan sejauh ini edukasi yang diberikan juga memang membuat warga antusias.
"Antusias warga tiap tahun sangat bagus, dari yang awalnya takut, tapi setelah bersentuhan langsung mereka jadi berani dan suka," katanya.
Baca juga: Isi Chat Sule yang Diungkap Model Seksi Tisya Erni, Dulu Ingin Bimbing dan Sempat Buat Baper
Baca juga: Prediksi Susunan Pemain PS Sleman vs Persib Bandung Nanti Malam, Wander Luiz-Ezra Walian Bisa Main
Baca juga: Sinopsis Ikatan Cinta Malam Ini 19 April 2021, Andin Tak Dendam pada Aldebaran
Seorang pengunjung, Sandi Septian (37), mengapresiasi adanya komunitas pencinta reptil ini karena kegiatan tersebut sangat positif untuk mengenalkan terhadap anak-anak.
"Baru pertama kali pegang dengan tangan, terus dielus-elus. Pertamanya sih agak takut, tapi kemudian enggak apa-apa, senang," ucap Sandi. (*)