Soal Kelayakan dan keamanan Vaksin Nusantara, BPOM Pastikan Akan Kawal Uji Klinik Vaksin Merah Putih
BPOM akan kawal uji klinis vaksin merah putih untuk pastikan keamanan dan mutu vaksin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ketahanan nasional dalam bidang kesehatan dan kemandirian bangsa dalam pengadaan vaksin COVID-19 terus diupayakan dalam mengatasi pandemi COVID-19.
Untuk mewujudkan hal tersebut, perlu ada peningkatan sinergi dalam pengembangan, pengkajian, dan penerapan vaksin COVID-19 yang melibatkan unsur pemerintah, akademisi yang dalam hal ini adalah peneliti, dan industri farmasi yang akan melakukan hilirisasi inovasi pengembangan vaksin dalam negeri atau kerap disebut dengan vaksin nusantara.
Untuk mempercepat pengembangan vaksin COVID-19, telah diterbitkan Keputusan Presiden No. 18 Tahun 2020 tentang Tim Nasional Percepatan Pengembangan Vaksin Corona Virus Disesase 2019 (COVID-19).
Baca juga: Inilah Jadwal Buka Puasa Kota Bandung Hari Ini 17 April 2021, Lengkap serta Jadwal Salat
Sebagaimana arahan dari Presiden RI, bahwa setiap tahapan pengembangan vaksin tersebut harus mengedepankan unsur kehati-hatian dan dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah.
Mewujudkan amanah dari Presiden RI tersebut, maka peneliti-peneliti Indonesia melakukan pengembangan Vaksin Merah Putih.
Vaksin Merah Putih merupakan vaksin karya para Peneliti di Indonesia yang dikembangkan dari hulu atau awal tahapan pengembangan suatu vaksin baru.
Baca juga: Polri Revisi Pernyataan Soal Larangan Mudik, Warga yang Mudik Sebelum 6 Mei Akan Dikarantina 5 Hari
Sebagai otoritas pengawasan obat, termasuk vaksin, di Indonesia, Badan POM mengapresiasi terhadap upaya para peneliti untuk mencari solusi dalam penanganan COVID-19 melalui pengembangan vaksin dalam negeri.
Selasa (13/04) lalu, Badan POM menyelenggarakan Workshop Pengawalan Vaksin Merah Putih dalam rangka asistensi regulatori kepada Peneliti dan Industri Farmasi yang berperan dalam pengembangan Vaksin Merah Putih.
Kegiatan ini menjadi bentuk dukungan Badan POM terhadap inisiatif penelitian dan pengembangan vaksin yang dapat digunakan dalam penanganan pandemi COVID-19.
Baca juga: Pagi Tadi, Gempa Bumi Melanda Aceh Barat, Terasa Hingga 5 Kota, Ini Saran BMKG
Mengantisipasi kegagalan dalam proses hilirisasi penelitian dan pengembangan vaksin ditahap awal sebelum masuk ke tahap uji klinik, maka Badan POM menerbitkan suatu tools yang dapat digunakan oleh peneliti untuk melakukan penilaian mandiri dalam mendapatkan Target Product Profile vaksin sebelum dilakukan scaling up dan tahapan-tahapan lebih lanjut.
Buku “Tools Penilaian Mandiri Pengembangan Vaksin di Lembaga Riset” tersebut dapat digunakan sebagai acuan oleh Lembaga Peneliti untuk menilai pemenuhan standard Good Laboratory Practice (GLP) dan Good Manufacturing Practices (GMP) pada tahap awal pengembangan vaksin.
Sebagai kelanjutan dari kegiatan tersebut, Kepala Badan POM melakukan kunjungan ke PT. Bio Farma dalam rangka secara langsung mengawal pengembangan Vaksin Merah Putih, Jumat (15/04).
Baca juga: Menolong Rekan yang Diterkam Buaya di Muara Sungai, Jhon Adu Tarik-Menarik dengan Buaya
PT. Bio Farma akan menjadi salah satu Industri Farmasi yang melakukan hilirisasi pengembangan vaksin yang dilakukan oleh peneliti-peneliti dari Lembaga Biologi Molekular Eijkman di bawah koordinasi Prof. Amin Subandrio sebagai Peneliti Utama.
Selain itu, Badan POM akan mengunjungi Pusat Riset Vaksin di Institut Teknologi Bandung (ITB) yang juga tengah mengembangkan penelitian vaksin COVID-19. Dengan melakukan diskusi langsung bersama peneliti, Badan POM dapat mengidentifikasi permasalahan dan kendala agar solusi dapat diberikan sedini mungkin.
Seperti halnya vaksin lain yang saat ini digunakan dalam program vaksinasi nasional, pengembangan Vaksin Merah Putih harus tetap melalui tahapan proses pengembangan dan pengujian yang sesuai dengan standard pengembangan vaksin.
Baca juga: Berikut Lowongan Kerja Terbaru April 2021, Ada Lowongan di LRT Jakarta, Ini Infonya