Breaking News:

Kepala Sekolah di Cianjur Pesta Narkoba Bareng Teman Wanitanya, Terancam Dipecat oleh Menteri Agama

Hamdan mengatakan, jika terbukti bersalah di pengadilan maka yang bersangkutan akan dipecat secara tidak hormat oleh Kementerian Agama.

Tribun Jabar/Ferri Amiril M
Kepala MTs di Cianjur yang ditangkap polisi karena narkoba. 

Menteri Agama akan Pecat Langsung Jika Kasek MTs yang Pesta Sabu dengan Wanita Putusannya Inkrah

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Cianjur, Hamdan, mengatakan, Menteri Agama akan langsung menandatangani SK Pemecatan SG, Kepala Sekolah MTs yang terlibat pesta narkoba jika keputusan pengadilan sudah inkrah.

"Jadi saat ini kami hanya membuat surat penghentian sementara ia dari status ASN dan jabatannya sebagai kepala sekolah," ujar Hamdan saat ditemui di kantor Kemenag Cianjur, kemarin.

Berita-berita Persib Bandung

Mengapa Persib Bandung Mampu Comeback Lawan PS Sleman? Ini Analisis Tantan

Ini Pemain Persib Bandung yang Tuai Pujian dari Robert Alberts setelah Kalahkan PS Sleman 2-1

Hamdan mengatakan, jika terbukti bersalah di pengadilan maka yang bersangkutan akan dipecat secara tidak hormat oleh Kementerian Agama.

"Jika terbukti bersalah maka bapak Menteri langsung yang akan menandatangani SK pemecatannya," kata Hamdan.

Hamdan berharap kejadian serupa tak terulang di kemudian hari karena saat ini Kemenag Cianjur merasa terpukul dengan kejadian ini.

"Tentu kami sangat prihatin, ini musibah bagi kami," katanya.

Diberitakan sebelumnya, kepala sekolah MTs, SG, ditangkap polisi saat pesta sabu dengan seorang wanita dan tiga orang temannya.

Kasat Narkoba Polres Cianjur AKP Ali Jupri mengatakan pesta sabu tersebut terungkap berdasarkan laporan masyarakat.

Dalam laporan yang diterima di salah satu kontrakan di kawasan Desa Sabandar, Kecamatan Karang Tengah kerap terjadi penyelahgunaan narkoba jenis sabu.(fam)

Berita perawat di Palembang dianiaya

BERITA VIRAL Perawat Dianiaya Keluarga Pasien di Palembang, Pelaku Mengaku Polisi, Ini Awal Mulanya

Penganiaya Perawat di Palembang Minta Perawat Bersujud, Korban Kini Trauma Berat

Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved